6 Unicorn Catat Saham di BEI, Kapitalisasi Pasar Bakal Meningkat Rp 553,9 Triliun

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 28 Jul 2021, 19:16 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 19:16 WIB
BEI gelar edukasi wartawan pada Rabu (28/7/2021) (Dok: Liputan6.com/Pipit Ika R.)
Perbesar
BEI gelar edukasi wartawan pada Rabu (28/7/2021) (Dok: Liputan6.com/Pipit Ika R.)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) senantiasa adaptasi terhadap tren yang terjadi di pasar modal. Teranyar, BEI berupaya untuk mengakomodir perusahaan rintisan (startup), utamanya yang berbasis teknologi, untuk dapat melakukan penggalangan dana di BEI melalui IPO.

Merujuk data Mandiri Capital, saat ini Indonesia memiliki enam startup berstatus unicorn dengan valuasi pre IPO gabungan sebesar USD 38,2 miliar atau sekitar Rp 553,9 triliun (kurs Rp 14.500 per USD).

Kepala Unit Pengembangan Startup dan SME BEI, Aditya Nugraha mengatakan, enam startup mencatatkan saham perdana di BEI berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar modal Indonesia sebesar Rp 533,9 triliun.

"Potensi peningkatan nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia sebesar Rp 553,9 triliun atau sebesar 7,69 persen dengan tercatatnya enam perusahaan unicorn di Indonesia,” ujar dia dalam Edukasi Wartawan terkait IPO Unicorn, Rabu (28/7/2021).

Selain itu, terdapat sekitar 27 perusahaan yang berkategori centaur, yakni startup dengan valuasi di atas USD 100 juta sampai USD 1 miliar, yang juga berpotensi untuk IPO dengan nilai fundraised & nilai kapitalisasi pasar yang besar.

"Ini akan meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia dan tingkatkan meningkatkan appetite calon unicorn lainnya untuk IPO dan tercatat di BEI,” imbuh Anug, begitu panggilan akrabnya.

Dengan basis ekosistem yang besar,  startup unicorn mencatatkan saham di BEI berpotensi mendongkrak pertumbuhan investor baru.

Di sisi lain, bertambahnya perusahaan tercatat dari industri teknologi meningkatkan potensi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi bagi investor global.

"Komposisi dari sektor teknologi di portofolio investor diperkirakan akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang,” ujar Anug.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Potensi Tambahan Investor

Pembukaan-Saham
Perbesar
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan kenaikan jumlah investor seiring ada penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) Bukalapak. Hal termasuk investor yang berpartisipasi pada IPO Bukalapak maupun investor baru yang masuk pasar modal seiring aksi korporasi tersebut.

"Kalau investor yang berpotensi berpartisipasi paling sedikit minimal atau 800 ribu pihak. Sedangkan penambahan investor baru paling sedikit 42 ribu pihak,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam Edukasi Wartawan terkait IPO Unicorn, Rabu (28/7/2021).

PT Bukalapak.com Tbk memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menawarkan sahamnya kepada masyarakat, setelah menyelesaikan penawaran awal atau bookbuilding. Selama masa penawaran umum yang akan berlangsung dari 27-30 Juli 2021, Bukalapak akan menawarkan sebesar 25.765.504.800 lembar saham pada harga penawaran Rp 850 setiap sahamnya.

Pencatatan saham di BEI dijadwalkan pada 6 Agustus 2021 dengan kode saham BUKA. Semula, sebelum Bukalapak mengumumkan harga penawaran, BEI memperkirakan market cap-nya bisa mencapai Rp 87,6 triliun. awalnya harga penawaran berada di rentang Rp 750 - 850 per lembar saham.

"Bukalapak market cap-nya akan bertambah Rp 77,3 triliun sampai 87,6 triliun, tergantung dari pricingnya di harga antara Rp 750 - Rp 850," ujar Nyoman.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya