IPO, Prima Andalan Mandiri Lepas 10 Persen Saham ke Publik

Oleh Agustina Melani pada 28 Jul 2021, 15:27 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 15:27 WIB
Pergerakan IHSG Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Prima Andalan Mandiri Tbk akan menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Mengutip prospektus singkat perseroan yang diterbitkan di media massa, Rabu (28/7/2021), PT Prima Andalan Mandiri Tbk, perusahaan bergerak di pertambangan batu bara dan jasa pertambangan dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 355.560.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan itu setara 10 persen. Harga penawaran saham perdana Rp 1.420-Rp 1.600. Jadi target perolehan dana dari IPO sekitar Rp 504,89 miliar-Rp 568,89 miliar.

Dana hasil IPO antara lain akan digunakan untuk setoran modal kepada PT Mandala Karya Prima (MKP) yang merupakan entitas anak perseroan.

MKP akan pakai dana tersebut antara lain sekitar Rp 441 miliar untuk pembelian peralatan berat sebagai pendukung produksi, dan sisanya untuk modal kerja dalam bentuk setoran modal kepada MKP untuk pembayaran utang usaha dan biaya operasional. Dalam rangka IPO ini, perseroan telah menunjuk PT Buana Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sebelum penawaran umum, susunan permodalan dan pemegang saham antara lain PT Edika Agung Mandiri sebesar 68 persen, PT Prima Andalan Utama sebesar 31 persen dan Handy Gilvirgo sebesar 1 persen.

Sesudah IPO, pemegang saham dan susunan permodalan antara lain PT Erdika Agung Mandiri sebesar 61,20 persen, PT Prima Andalan Utama sebesar 27,90 persen, Handy Gilvirgo sebesar 0,90 persen dan masyarakat sebesar 10 persen.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perkiraan Jadwal IPO

Akhir 2019, IHSG Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Perkiraan jadwal IPO antara lain:

-Masa penawaran awal pada 28 Juli-16 Agustus 2021

-Tanggal efektif pada 30 Agustus 2021

-Masa penawaran umum pada 1-3 September 2021

-Tanggal penjatahan pada 3 September 2021

-Tanggal pengembalian uang pemesanan pada 6 September 2021

-Tanggal distribusi saham secara elektronik pada 6 September 2021

-Tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 September 2021

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya