Simak Daftar Baru Saham yang Masuk IDX30 dan IDX80 Periode Agustus 2021-Januari 2022

Oleh Dian Tami Kosasih pada 26 Jul 2021, 22:47 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 22:47 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah evaluasi mayor sejumlah indeks saham termasuk IDX30 dan IDX80. Periode efektif konstituen tersebut mulai Agustus 2021-Januari 2022.

Di IDX 30, BEI mengeluarkan empat saham antara lain PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

Selain itu,  BEI memasukkan sejumlah saham yang baru dalam IDX 30 antara lain PT Barita Pacific Tbk (BRPT), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Timah Tbk (TINS).

BEI juga mengubah bobot sejumlah saham dalam indeks IDX30 seiring menghitung free float antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Lalu ada saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM),PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR),

Adapun IDX30 antara lain indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

IDX80

20161125- Sesi Siang IHSG Naik 5 Persen-JAkarta-Angga Yuniar
Perbesar
Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 3,795 miliar saham senilai Rp 1,982 triliun. Sebanyak 163 saham naik, 111 saham melemah dan 89 saham stagnan, Jakarta, Jumat (25/11). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, BEI mengeluarkan sejumlah saham dalam penghitungan indeks IDX 80 antara lain PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT PP Presisi Tbk (PPRE), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Kemudian PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Sejumlah saham yang baru masuk IDX80 antara lain PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA).

Lalu saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indosat Tbk (ISAT).

BEI juga mengubah bobot saham terhadap IDX80 seiring menghitung rasio free float antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (BJBR), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS).

Selain itu, PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV).

PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Link Net Tbk (LINK), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Kemudian PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

"Hasil evaluasi ini mulai berlaku efektif pada 2 Agustus 2021,” demikian dikutip dari laman BEI.

Adapun indeks IDX80 merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 80 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya