Hasnur Internasional Shipping Bidik Kontribusi Kargo Naik 26 Persen pada 2025

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 26 Jul 2021, 20:36 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 20:36 WIB
Pembukaan-Saham
Perbesar
Pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HIS) membidik pertumbuhan kontribusi dari kargo non grup meningkat 26 persen pada 2021.

Saat ini, Direktur PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Soma Ariyaka menyebutkan kontribusi non grup saat ini baru sekitar 12 persen dari total kargo yang diangkut Perseroan.

"Jadi kami selama 4 tahun terakhir ini sudah mengangkut 24,48 juta ton kargo di mana 21,56 juta mt berasal dari grup. Artinya kontribusi dari non grup yang diangkut oleh Perseroan adalah sebesar 12 persen, atau kargo yang diangkut oleh group 88 persen,” ujar dia dalam paparan publik, Senin (26/7/2021).

Saat ini, manajemen Perseroan terus melakukan diversifikasi pelanggan. Adapun untuk rencana ke depan, salah satunya akan merealisasikan operasional Pelabuhan Tanjung Silopo di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Pelabuhan itu yang akan difungsikan sebagai proyek Terminal Reguler dan khusus terminal untuk kepentingan multi-cargo. Estimasi nilai investasi proyek ini adalah sekitar Rp 30 miliar dan akan dialokasikan untuk lima tahun ke depan.

"Pada 2025, pengembangan cargo di Sulawesi Barat, di Polewali Mandar kami targetkan 26 persen dari total cargo itu juga berasal dari customer non Grup,” kata Soma.

Selain itu, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk juga akan membangun Terminal Khusus (Tersus) baru di Pelabuhan Tanjung Silopo di Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang akan mendukung operasional pelabuhan. 

 

   

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bakal IPO

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Hasnur Internasional Tbk akan melepas 525,25 juta lembar saham baru atau 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Harga penawaran dalam IPO sekitar Rp 230-Rp 300 per saham. Perseroan bakal meraih dana sekitar Rp 120 miliar-Rp 157 miliar.

Direktur Utama PT Hasnur Internasional Tbk, Jayanti Sari menuturkan, perseroan akan menambah investasi dengan pengadaan kapal dan tongkat. Tambahan investasi juga untuk pengembangan usaha Pelabuhan dan jasa-jasa terkait usaha ke Pelabuhan.

Perseroan akan memakai dana IPO tersebut antara lain sekitar 46 persen untuk belanja modal dengan membeli tiga set armada kapal laut dan tongkang dengan indikasi harga Rp 50 miliar.

“Jika dari 40 persen dari hasil IPO tersebut tidak cukup untuk mendanai pembelian tiga kapal dan tongkang, maka kekurangannya akan menggunakan dana pihak ketiga yang akan diusahakan setelah IPO,” ujar Direktur Utama PT HIS, Jayanti Sari.

Manajemen PT HIS berharap pembelian tiga set armada tersebut akan memperbaiki kinerja operasional melalui perbaikan komposisi penggunaan Armada antara kapal sewa atau rentship dan kapal milik sendiri atau ownship.

Sebanyak 23 persen dana dari hasil IPO akan disalurkan kepada entitas anak yaitu PT Hasnur Resources Terminal (HRT) dalam bentuk pinjaman untuk pembelian peralatan untuk mendukung rencana pengembangan serta peningkatan fasilitas dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang jasa kepelabuhan.  Lalu sebanyak 31 persen akan digunakan untuk modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya