Mayora Realisasikan Belanja Modal Rp 257 Miliar hingga April 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 23 Jul 2021, 17:27 WIB
Diperbarui 23 Jul 2021, 17:27 WIB
Ilustrasi Pabrik
Perbesar
Ilustrasi pabrik. (dok Pixabay.com/marcin049)

Liputan6.com, Jakarta - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 257 miliar hingga April 2021. Belanja modal itu salah satunya untuk pembangunan pabrik biskuit dan wafer yang diperkirakan selesai pada 2023.

"Untuk capex sampai dengan April itu sudah dikeluarkan sebesar Rp 257 miliar. Tahun ini kita ada pembangunan pabrik biskuit dan pabrik wafer tapi bukan hanya untuk tahun ini, tapi 2022 dan 2023 baru selesai," ungkap  Direktur PT Mayora Indah Tbk, Hendrik Polisar dalam paparan publik, Jumat (23/7/2021).

PT Mayora Indah Tbk menyiapkan belanja modal sekitar Rp 600 miliar-Rp 1 triliun pada 2021. Belanja modal itu berasal dari kas internal dan pendanaan eksternal dari perbankan.

Adapun tahun lalu, Perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2 triliun yang sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan pabrik Torabika dan ekspansi untuk produk wafer dan biskuit.

Saat ini, pabrik dari entitas anak itu sudah mulai berjalan, sehingga nantinya penjualan dan keuntungannya akan terkonsolidasi dengan pendapatan PT Mayora Indah Tbk.

"Pabrik sebagai anak perusahaan, yaitu PT Torabika. Sehingga nanti seluruh penjualan dan keuntungan terkonsolidasi ke Perseroan. Saat ini pabriknya sudah mulai berjalan," imbuh  Direktur Utama PT Mayora Indah Tbk, Andre Atmadja dalam kesempatan yang sama.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jajaki Menambah Negara Tujuan Ekspor

Presiden Jokowi Lepas Kontainer Ekspor Mayora ke-250 Ribu
Perbesar
Petugas mengatur kontainer Ekspor Mayora ke-250.000 ke Filipina di pabrik Mayora di Cikupa Tangerang, Senin (18/2). Mayora Indah yang berdiri sejak 1977 bergerak di bidang consumer goods yang merambah pasar global. (Liputan6.com/HO/Bal)

Sebelumnya, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menjajaki untuk menambah negara tujuan ekspor. Hal ini mempertimbangkan penjualan ekspor baik meski dalam kondisi pandemi COVID-19.

Di sisi lain, perseroan akan menambah distribusi produk Mayora untuk negara tujuan ekspor saat ini. Oleh karena itu, Direktur Utama Mayora Indah Andre Atmadja menuturkan, pihaknya perluas dari dua sisi.

"Satu menambah negara (ekspor) baru. Selain itu juga di negara yang sudah jadi tujuan ekspor Mayora, kita perbanyak produknya dan tingkatkan market share di negara-negara tersebut,” kata dia.

Andre menuturkan, ekspor perseroan sangat baik pada 2021. Ini ditunjukkan dari pertumbuhan ekspor hingga April.  "Kita growth puluhan persen sampai dengan April. Lebih dari 50 persen growth-nya. Sangat optimis dan positif kita terhadap pasar ekspor,”ujar dia.

Berdasarkan laporan keuangan Perseroan hingga kuartal pertama 2021, Mayora meraup penjualan bersih sebesar Rp 7,34 triliun.

Pencapaian dari penjualan lokal sebesar Rp 4,36 triliun, naik dibandingkan periode yang sama di 2020 sebesar Rp 3,76 triliun. Sisanya sekitar Rp 3 triliun adalah berasal dari penjualan ekspor, naik hampir dua kali lipat dibandingkan perolehan pada periode sama pada 2020 sebesar Rp 1,6 triliun.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya