Bursa Saham Asia Menguat, IHSG Naik 0,46 Persen pada Awal Sesi Perdagangan

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 22 Jul 2021, 09:21 WIB
Diperbarui 22 Jul 2021, 09:21 WIB
FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis pagi (22/7/2021). Penguatan IHSG terjadi di tengah bursa saham Asia dan wall street yang positif.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,46 persen ke posisi 6.057,54. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 0,95 persen ke posisi 6.088. Indeks LQ45 menanjak 0,96 persen. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Sebanyak 251 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 72 saham melemah dan 157 saham diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 6.090,51 dan terendah 6.057,54.

Total frekuensi perdagangan 78.223 kali dengan volume perdagangan 1,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 740 miliar. Investor asing beli saham Rp 80,17 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.545.

Secara sektoral, indeks sektoral saham kompak menguat. Indeks sektoral saham IDXtechno naik 2,59 persen, dan catat penguatan terbesar, Diikuti indeks sektoral IDXfinance mendaki 1,32 persen dan IDXindustri menguat 1,06 persen.

Top Gainers dan Losers

IHSG Menguat
Perbesar
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang catat top gainers antara lain:

-Saham KIOS naik 18,50 persen

-Saham PANR naik 21,90 persen

-Saham LPIN naik 14,74 persen

-Saham HOPE naik 15,29 persen

-Saham MAYA naik 13,31 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham NICL turun 6,98 persen

-Saham ROCK turun 6,92 persen

-Saham PTDU turun 6,91 persen

-Saham PANI turun 6,84 persen

-Saham PICO turun 6,72 persen

Aksi Investor Asing

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 17,9 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 16,5 miliar

-Saham PGAS senilai Rp 11,9 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 10 miliar

-Saham MDKA senilai Rp 3,9 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham EMTK senilai Rp 2,7 miliar

-Saham AGRO senilai Rp 2,2 miliar

-Saham TOWR senilai Rp 1,7 miliar

-Saham DMMX senilai Rp 872 juta

-Saham LPPF senilai Rp 654,3 juta

Bursa Saham Asia

Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks Hang Seng naik 1,45 persen, indeks Korea Selatan Kospi menanjak 0,92 persen, indeks Shanghai menguat 0,09 persen, indeks Singapura mendaki 0,95 persen dan indeks Taiwan bertambah 1,05 persen.

Mengutip laporan Ashmore Asset Management, bursa saham Amerika Serikat atau wall street menguat pada perdagangan Rabu, 21 Juli 2021 waktu setempat. Investor fokus pada rilis laporan keuangan perusahaan sehingga mengalihkan perhatian dari dampak varian delta COVID-19.

Saham Coca Cola dan Johnson&Johnson mencatat kenaikan setelah meningkatkan perkiraan pendapatan. Verizon Communications juga mengumumkan pendapatan operasional yang mengalahkan perkiraan.

Bursa saham Eropa juga naik seiring kinerja lebih baik dari yang diharapkan membantu meredakan kekhawatiran atas varian delta COVID-19. Pada awal pekan terjadi aksi jual karena varian delta COVID-19. Sektor saham siklikal antara lain perjalanan, rekreasi dan energi memimpin kenaikan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓