Simak Rekomendasi Teknikal Saham ASII hingga ERAA

Oleh Dian Tami Kosasih pada 22 Jul 2021, 08:31 WIB
Diperbarui 22 Jul 2021, 08:31 WIB
Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama masih bertahan di atas level support 5.947, IHSG akan bergerak di rentang 5.970-6.080 pada perdagangan saham Kamis, (22/7/2021).

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, skenario terburuk, bila IHSG terkoreksi menembus 5.884 atau bahkan terburuknya 5.742, IHSG rawan terkoreksi ke area 5.500. IHSG akan bergerak di kisaran support 5.947,5.913 dan resistance 6.114,6.134 pada Kamis pekan ini.

Herditya pun memilih sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar. Saham itu antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Berikut rekomendasi teknikal empat saham tersebut:

1.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness (4,.870)

Pada perdagangan Rabu, 21 Juli 2021, saham ASII ditutup menguat 1,9 persen ke level 4.870, pergerakan saham ASII pun diiringi oleh munculnya tekanan beli meskipun penguatannya masih tertahan MA20-nya.

"Kami memperkirakan, selama ASII masih bergerak di atas level supportnya 4,640, maka posisi ASII saat ini sedang berada di awal wave [i] dari wave C,” ujar Herditya dalam catatannya.

Buy on Weakness: 4.700-4.870

Target Price: 5.200, 5.500

Stoploss: below 4.640

Saham WIIM-ERAA

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Layar informasi pergerakan harga saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

2. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) - Buy on Weakness (650)

Pada perdagangan saham, Rabu 21 Juli 2021, saham WIIM ditutup menguat cukup signifikan sebesar 10,2 persen ke level 650, pergerakan WIIM pun diiringi dengan tekanan beli yang cukup besar dan telah menembus MA200-nya.

“Posisi WIIM saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave [iii] dari wave C dari wave (B), sehingga diperkirakan WIIM berpeluang melanjutkan penguatannya terlebih bila mampu menembus resistance di 705,” ujar dia.

Buy on Weakness: 585-650

Target Price: 750, 820

Stoploss: below 540

 

3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) - Spec Buy (3.820)

BBRI ditutup menguat 1,1 persen ke level 3.820 pada perdagangan Rabu, 21 Juli 2021, penguatan BBRI pun masih tertahan oleh MA20-nya.

“Posisi BBRI saat ini kami perkirakan sedang berada di awal wave A dari wave (B). Hal ini berarti, pergerakan BBRI selanjutnya berpeluang melanjutkan penguatannya selama mampu berada di atas 3.700,” kata dia.

Spec Buy: 3.770-3.820

Target Price: 4.000, 4.300

Stoploss: below 3.700

 

4. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) - Buy on Weakness (590)

Saham ERAA ditutup menguat 1,7 persen ke level 590 pada perdagangan Rabu, 21 Juli 2021 diikuti dengan munculnya tekanan beli.

“Kami perkirakan, posisi ERAA saat ini sedang berada di awal wave [a] dari wave B, sehingga selama ERAA tidak terkoreksi kembali ke bawah 550, maka pergerakan ERAA kami perkirakan berpeluang untuk melanjutkan penguatannya,” ujar dia.

Buy on Weakness: 570-590

Target Price: 620, 660

Stoploss: below 550

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓