Kasus COVID-19 Terus Melonjak, Begini Dampaknya ke Pasar Modal Indonesia

Oleh Dian Tami Kosasih pada 16 Jul 2021, 05:30 WIB
Diperbarui 16 Jul 2021, 05:30 WIB
IHSG Menguat
Perbesar
Seorang pria mengambil gambar layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Seiring berjalannya perdangan, penguatan IHSG terus bertambah tebal hingga nyaris mencapai 1,50 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus COVID-19 kembali memecahkan rekor baru pada Kamis, 15 Juli 2021 mencapai 56.757. Hal ini membuat angka kasus positif yang terkonfirmasi di Indonesia menjadi 2.726.802.

Apabila angka kasus COVID-19 tak juga menurun, Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menyebut, pasar modal akan sangat berpengaruh.

"Semakin lama peningkatan kasus Covid-19 sangat berpengaruh ke pasar modal. Karena saya rasa PPKM akan diperpanjang sampai kasus bisa mereda. Kalau berkaca dari PSBB kan bisa dilonggarkan saat kasus turun di bawah 10 ribu," katanya kepada Liputan6.com, Jumat (16/7/2021).

Wawan menuturkan, PPKM darurat merupakan pembatasan aktivitas yang dilakukan masyarakat. Apabila terjadi pembatasan, tentu pendapatan sebagian besar emiten akan merosot.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin juga terpengaruh ya. Karena kemarin bisa tembus ke bawah 6.000," ujarnya.

PPKM Darurat selama enam minggu yang direncanakan pemerintah Indonesia, diakui Wawan telah memberikan pengaruh pada sektor ekonomi. Bila adanya perpanjangan, pengaruh negatif juga pasti akan terjadi lebih tinggi.

"PPKM selama 3 minggu saja ekonomi sudah dipangkas kok. Apalagi kalau diperpanjang. Kalau penanganannya masih berlarut-larut, misalnya 3 bulan, bisa jadi kita negatif lagi," tuturnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sektor yang Diburu Investor

Pasar saham Indonesia naik 23,09 poin
Perbesar
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meski demikian, vaksinasi yang gencar dilakukan pemerintah saat ini diakui Wawan bisa menjadi salah satu sentimen positif. Terlebih apabila tingkat keberhasilnya tinggi.

"Saat ini memang sektor teknologi, kesehatan, telekomunikasi yang banyak diburu. Tapi ada juga sektor consumer goods yang mengalami peningkatan. Jadi tergantung bisnis modelnya, jadi kalau bisa bertahan di masa pandemi pasti akan menarik," katanya.   

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya