Investor Pasar Modal Tembus 5,6 Juta, Paling Banyak Milenial

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 10 Jul 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 17 Jul 2021, 17:31 WIB
Ciptakan Investor Pasar Modal Berkualitas Lewat Kompetisi Saham
Perbesar
Suasana saat peserta mengikuti kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan jumlah investor pasar modal masih terus berlangsung hingga saat ini. Merujuk data KSEI, hingga semester I 2021, pertumbuhan investor pasar modal mencapai 44,24 persen dibandingkan posisi per akhir Desember 2020. Jumlah investor pasar modal sekitar 5,59 juta atau 5,6 juta dari 3,88 juta investor.

Investor C-BEST juga mengalami kenaikan 48,32 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2020, menjadi 2,51 juta investor. Pada periode tersebut, investor reksa dana dan Surat Berharga Negara (SBN) juga naik, masing-masing 55,27 persen dan 17,03 persen.

Tercatat 4,93 juta untuk investor reksa dana dan 537.781 untuk investor SBN. Lagi, generasi muda dengan rentang usia kurang dari 30 tahun memiliki andil paling besar yakni 58,39 persen.

Disusul investor dengan rentang usia 31-40 tahun sebesar 21,61 persen, usia 41-50 10,93 persen. Sisanya investor dengan rentang usia 51-60 tahun dan lebih dari 60 tahun, masing-masing 5,68 persen dan 3,40 persen. Dari data tersebut, investor paling banyak dengan pendapatan Rp 10-100 juta sebesar 52,69 persen.

Di posisi kedua ada investor dengan pendapatan kurang dari 10 juta sebesar 33,77 persen. Penghasilan Rp 100-500 juta sebanyak 10,84 persen, dan sekitar 1,99 persen merupakan investor dengan penghasilan di atas Rp 500 juta.

Sebaran investor terbanyak masih berada di Pulau Jawa sebesar 70,29 persen dengan aset Rp 3.190,23 triliun.

Posisi kedua Sumatera, mencatatkan porsi investor 16,40 persen dengan aset Rp 70,44 triliun. Selanjutnya ada Kalimantan yang memiliki 5,24 persen dari total investor dengan aset Rp 92,28 triliun.

Lalu Sulawesi sebesar 3,80 persen dari total investor dengan aset Rp 12,05 triliun. Bali, NTT, dan NTR sebesar 3,31 persen dengan aset sebesar Rp 11,15 triliun. Di posisi keenam ada Maluku dan Papua dengan andil 0,96 persen dari total investor, asetnya tercatat Rp 2,92 triliun.

Kapitalisasi pasar juga mengalami kenaikan, dari posisi Rp 6.970 triliun di akhir 2020, menjadi Rp 7.107 triliun di semester I-2021.

Dari sisi aset yang tercatat di C-BEST juga meningkat. Dari 4.390,44 triliun pada akhir 2020, menjadi Rp 4.813,19 triliun di semester I-2021. Kepemilikan lokal mengalami kenaikan tipis sebesar 9,63 persen. Mendominasi di 59,76 persen. Sedangkan sisanya 40,24 persen merupakan kepemilikan asing.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

BEI Catat Hampir 200 Ribu Investor Aktif Transaksi Harian Saham

20151117-Pasar-Modal-Jakarta-AY
Perbesar
Peserta terlihat serius saat mengikuti cara berinvestasi Mandiri Skuritas di Bursa Efek Jakarta, Selasa (17/11). Mandiri Sekuritas terus mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah capaian tertinggi atau rekor dalam perdagangan selama paruh tahun ini. Di antaranya, ada rata-rata volume transaksi harian yang mencapai 18,7 miliar lembar saham hingga Juni 2021.

"Sampai dengan Juni kemarin sudah ada 18,7 miliar lembar saham yang ditransaksikan secara rata-rata per harinya. Kemudian rata-rata nilai transaksi harian ini juga highest ever, rekor, angkanya di Rp 13 triliun lebih (Rp 13,54 triliun)," ujar Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi dalam Mid Year Economic Outlook Day #1, Selasa, 6 Juli 2021.

Lalu, frekuensi transaksi harian saham juga kembali mencatatkan rekor. Saat ini angkanya sudah mencapai 1,23 juta. "Ini kembali menjadi yang tertinggi di ASEAN," kata Hasan.

Tak kalah menggembirakan, kapitalisasi pasar menembus rekornya pada Maret 2021 dengan nilai Rp 7.512 triliun. Sementara pada Juni sedikit turun, yakni berada pada posisi Rp 1.209 triliun.

"Jadi kelihatannya momentum ini masih terus berlanjut sampai dengan posisi terakhir di 2021," ujar Hasan.

Pada 2020, BEI juga mencatatkan rekor tambahan investor. Total investor bertambah sekitar 1,4 juta, dengan 600 ribu di antaranya merupakan investor saham. Tren itu berlanjut hingga tahun ini. Dalam paparannya, Hasan mengungkapkan per akhir Mei, angkanya di 5,3 juta investor, dan masih terus bertambah hingga hari ini.

"Per akhir Mei, angkanya di 5,3 juta. Dan hari ini sudah lebih dari 5,5 juta investor. Jadi sudah melampaui angka pertambahan tahun kemarin. 2,5 juta di antaranya adalah investor saham," kata Hasan.

Selain dari jumlahnya yang naik secara signifikan, Bursa juga mencatat kenaikan rata-rata investor aktif harian yang turut melonjak. Yakni mencapai 199 ribu hingga 2 Juli 2021.

"Jadi kalau tahun lalu terjadi loncatan, ada 95 ribu investor kita yang bertransaksi rata-rata setiap harinya. Sampai dengan posisi terakhir angkanya sudah mencapai hampir 200 ribu. Jadi luar biasa,” ujar Hasan.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya