Adhi Karya Raup Kontrak Baru Rp 6,7 Triliun pada Semester I 2021

Oleh Agustina Melani pada 09 Jul 2021, 09:39 WIB
Diperbarui 09 Jul 2021, 09:39 WIB
Proyek Pembangunan LRT Rampung Desember 2021
Perbesar
Suasana proyek pembangunan LRT Jabodebek di kawasan Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (3/2/2020). PT KAI menanggung 60% dari kebutuhan pembangunan LRT Jabodebek senilai Rp 22,8 triliun sisanya ditanggung PT Adhi Karya dan pemerintah. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mereliasasikan kontrak baru sebesar Rp 6,7 triliun pada semester I 2021. Jumlah ini naik 45 persen dari perolehan kontrak baru pada semester I 2020 sebesar Rp 4 triliun.

Nilai kontrak ini merupakan gabungan dari seluruh kontrak yang ada dari berbagai lini bisnis yang PT Adhi Karya Tbk miliki. Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Juni 2021, meliputi lini bisnis konstruksi sebesar 88,83 persen, energi sebesar 1,71 persen, properti sebesar 9,03 persen dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Selain lini bisnis, kontrak ini juga meliputi berbagai tipe pekerjaan yang terdiri dari proyek gedung sebesar 20,98 persen, jalan dan jembatan sebesar 44,41 persen, proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, dan proyek energi, serta proyek lainnya sebesar 32,44 persen lalu sisanya sebesar 2,17 persen pada tipe pekerjaan properti.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru yang bersumber dari Pemerintah sebesar 32,94 persen, sumber dari BUMN sebesar 2,05 persen, sementara proyek kepemilikian swasta/ lainnya sebesar 65,01 persen.

Untuk rencana perolehan semester kedua, ADHI saat ini tengah mengikuti proses tender untuk beberapa proyek perkeretaapian, proyek infrastruktur, proyek gedung, serta proyek lainnya.

"Dengan proses tender tersebut, tahun ini ADHI masih optimis untuk dapat memperoleh peningkatan capaian kontrak sebesar 20 persen-25 persen dibandingkan tahun sebelumnya," tulis Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Farid Budyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (9/7/2021).

PT Adhi Karya Tbk juga terus berkomitmen dalam penyelesaian berbagai pekerjaan Proyek Strategis Nasional. Hal ini terlihat dari kemajuan pekerjaan proyek ADHI, seperti Pembangunan Prasarana Kereta Cepat Ringan/ Light Rail Transit Jabodebek, serta Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Sigli-Banda Aceh.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perkembangan Proyek LRT

Proyek Pembangunan LRT Jabodebek
Perbesar
Pekerja menyelesaikan proyek kontruksi halte Light Rail Transit (LRT) di Jakarta, Selasa (8/12/2020). PT Adhi Karya (Persero) Tbk melaporkan penyelesaian proyek LRT Jabodebek secara keseluruhan sudah mencapai 79,52 persen. (merdeka.com/Imam Buhori)

LRT Jabodebek Tahap I hingga 2 Juli 2021 Sesuai penugasan ADHI pada Peraturan Presiden No. 98 Tahun 2015 beserta perubahannya, telah dilaksanakan pembangunan prasarana Kereta Api Ringan/Light Rail Transit wilayah Jabodebek tahap I sejak September 2015

Hingga 2 Juli 2021 perkembangan pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 85,75 persen.

Rincian progres pada setiap lintas pelayanannya sebagai berikut:

• Lintas Pelayanan 1 Cawang-Cibubur : 93,85 persen

 • Lintas Pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas : 86,13 persen

• Lintas Pelayanan 3 Cawang-Bekasi Timur : 91,27 persen

 • Depo : 47,33 persen

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tol Sigli-Banda Aceh

Jalan Tol Pertama di Aceh
Perbesar
Pandangan umum jalan tol ruas Banda Aceh- Sigli seksi 4 Indrapuri - Blang Bintang di Aceh, Jumat (21/2/2020). Ruas jalan tol Sigli - Banda Aceh sepanjang 74 km itu merupakan tol pertama di Aceh dan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). (Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP)

Tol Sigli-Banda Aceh hingga 30 Juni 2021 ADHI mendapatkan mandat dalam pengerjaan proyek strategis nasional pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sigli-Banda Aceh.

Hingga 30 Juni 2021, perkembangan pelaksanaan pembangunan Tol Sigli-Banda Aceh secara keseluruhan telah mencapai 72,8 persen dengan rincian sebagai berikut:

• Seksi 1 Ruas Padang Tiji-Seulimeum (± 25 km) : 38,51 persen

• Seksi 2 Ruas Seulimeum-Jantho (± 6 km) : 83,03 persen

• Seksi 3 Ruas Jantho-Indrapuri (± 16 km) : 100 persen (operasional)

• Seksi 4 Ruas Indrapuri-Blang Bintang (± 14 km) : 100 persen (operasional)

 • Seksi 5 Ruas Blang Bintang-Kuta Baro (± 8 km) : 44,70 persen

• Seksi 6 Ruas Kuta Baro-Baitussalam (± 5,2 km) : 56,14 persen

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya