Andy Jassy Resmi Jadi CEO Gantikan Jeff Bezos, Saham Amazon Perkasa

Oleh Dian Tami Kosasih pada 07 Jul 2021, 20:59 WIB
Diperbarui 08 Jul 2021, 07:09 WIB
AWS
Perbesar
CEO Amazon Web Services (AWS), Andy Jassy, pada saat gelaran AWS di Las Vegas, Amerika Serikat. (Liputan6.com/ Andina Librianty)

Liputan6.com, Jakarta - Andy Jassy resmi menjabat sebagai CEO Amazon baru pada Senin, 5 Juli 2021. Ia menduduki posisi CEO tepatnya 27 tahun setelah Jeff Bezos mendirikan Amazon pada 5 Juli 1994. Andy Jassy bersama Amazon.com selama 24 tahun, dan ia membangun Amazon Web Services Business. 

Sementara itu, Jeff Bezos menduduki posisi Chairman, pemegang saham terbesar. Pada awal pekan, saham Amazon naik 4,2 persen ke posisi USD 3,567.6 ke posisi tertinggi sepanjang masa. Saham Amazon telah naik 12 persen sepanjang tahun berjalan. Demikian mengutip Barrons, ditulis Rabu (7/7/2021).

Angka ini lebih rendah dibandingkan kinerja indeks S&P 500 naik 15 persen. Saham Amazon telah reli sekitar 19 persen pada tahun lalu. Berdasarkan data Dow Jones, saham Amazon mencatat kinerja terbaik di indeks S&P 500 dan Nasdaq pada Selasa pagi, 6 Juli 2021.

Sebelumnya, Pendiri Amazon Jeff Bezos mengundurkan diri sebagai CEO pada Senin, 5 Juli 2021. Ia menyerahkan kendali ketika Amazon menavigasi tantangan dunia yang berjuang untuk keluar dari pandemi COVID-19.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa, 6 Juli 2021, Andy Jassy, yang menjalankan bisnis komputasi cloud Amazon, disebut menggantikan Jeff Bezos.

Perubahan tersebut diumumkan secara resmi pada Februari mendatang. Bezos, pemegang saham terbesar Amazon dengan nilai saham sekitar USD 180 miliar atau sekitar Rp 2.605 triliun (asumsi kurs Rp 14.473 per dolar AS), masih akan memegang kendali atas perusahaan yang dimulai dari garasinya di Seattle pada 1995.

Dia mengambil alih peran sebagai ketua eksekutif, dengan rencana untuk fokus pada produk dan inisiatif baru. Jassy akan mengambil alih perusahaan senilai USD 1,7 triliun atau sekitar Rp 24.594 triliun, yang mendapat manfaat besar dari pandemi karena pelanggan semakin bergantung pada belanja online. Pada saat yang sama, Amazon menghadapi tekanan dari tenaga kerja.

Perusahaan mengalahkan upaya pekerja untuk berserikat di gudang Alabama awal tahun ini, tetapi menghadapi tantangan yang lebih berat saat International Brotherhood of Teamsters meluncurkan upaya yang lebih luas untuk menyatukan pekerja Amazon.

Dalam sebuah posting blog kepada karyawan awal tahun ini, Jeff Bezos mengatakan dia berencana untuk mencurahkan lebih banyak waktu untuk proyek sampingan, termasuk perusahaan eksplorasi ruang angkasa Blue Origin, inisiatif filantropinya, dan mengawasi The Washington Post yang dia miliki.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Jeff Bezos Tinggalkan Amazon

FOTO: Jeff Bezos Mundur dari CEO Amazon
Perbesar
CEO Amazon Jeff Bezos memperkenalkan Kindle Touch baru di New York, Amerika Serikat, 28 September 2011. Posisi Jeff Bezos sebagai CEO Amazon akan digantikan CEO AWS Andy Jassy. (EMMANUEL DUNAND/AFP)

Sebelumnya, Amazon mengumumkan pergantian pimpinan ini saat laporan kinerja pada Februari 2021. Andy Jassy disebut-sebut akan mengambil alih posisi pada kuartal ketiga tahun fiskal. Kala itu Amazon tidak memberitahukan waktu transisi.

Mengutip CNN, Senin, 5 Juli 2021 kemunduran dirinya tepat di tanggal yang sama dengan waktu Amazon berdiri, 5 Juli 1994.

"Saya sangat bersemangat untuk pindah peran menjadi chairman. Saya akan fokus pada energi dan perhatian untuk produk baru dan inisiatif awal,” ujar Jeff Bezos.

Ia berharap atas pelepasan jabatannya itu bisa fokus kepada perusahaan miliknya, seperti Bezos Earth Fund dan Blue Origin.

Jeff Bezos bersama dengan adiknya, Mark Bezos, dan satu orang pemenang lelang kursi penerbangan ke luar angkasa, dijadwalkan akan terbang pada 20 Juli 2021 mendatang.

"Saya ingin mengikuti penerbangan ini karena ini hal yang paling saya inginkan dalam hidup," kata Jeff Bezos dalam sebuah video yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya, @jeffbezos, demikian dikutip dari CNBC, Selasa (8/6/2021).

Sekadar informasi, kursi penerbangan antariksa Blue Origin terjual melalui lelang dengan penawaran USD 2,8 juta setara Rp 40 miliar, lima hari sebelum lelang ditutup.

"Saya tidak menduga dia akan ada di penerbangan pertama. Betapa kesempatan yang luar biasa, tidak hanya karena bisa mengikuti petualangan ini, tetapi juga karena melakukannya dengan sahabat saya," kata Jeff  Bezos, mengungkap kegembiraan karena bisa terbang ke angkasa bersama sang adik.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya