Ada PPKM Darurat, Skema Migrasi Rekening BRIS Pakai Sistem Digital

Oleh Dian Tami Kosasih pada 06 Jul 2021, 16:45 WIB
Diperbarui 06 Jul 2021, 16:46 WIB
FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Pekerja menghitung uang di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi beroperasi dengan nama baru mulai 1 Februari 2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau PPKM Darurat berlangsung mulai 3 hingga 20 Juli 2021 di Jawa dan Bali. Melihat hal ini, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang memiliki kode saham BRIS akan tetap memberikan kenyamanan dan keamanan bagi nasabah yang ingin melakukan proses migrasi.

Bank Syariah Indonesia pun mengubah skema migrasi dengan pemberlakukan sistem digital dan otomatis dari rekening bank syariah legacy (BRI syariah dan BNI Syariah) ke rekening BSI.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam konferensi pers mengenai Roll-out Integrasi Sistem Layanan dan Migrasi Rekening wilayah Regional Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banjarmasin.

"Perbaikan skema migrasi rekening terus kami lakukan dari sisi IT, jaringan dan layanan sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BSI untuk melakukan proses migrasi rekening, di mana kartu ATM ex-BRIS dan ex-BNIS masih bisa digunakan," ujar dia, Selasa (6/7/2021).

Terkait mobile banking, nasabah ex-BRIS dan ex- BNIS diimbau untuk segera memindahkan mobile banking ke BSI Mobile untuk dapat melakukan transaksi.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI secara bertahap melakukan proses migrasi, dimulai dari wilayah Sulawesi. Selanjutnya akan mencakup wilayah Jawa Tengah, Aceh, serta Sumatera lainnya seperti Palembang, Medan dan Padang.

Sepanjang Juli, BSI akan melakukan migrasi sistem pada empat wilayah regional yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banjarmasin dengan target 100 persen nasabah akan terintegrasi dengan sistem layanan yang baru.

Secara berurutan, migrasi sistem akan dilaksanakan di Jakarta dan Bandung pada 5 Juli serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin pada 12 Juli, termasuk nasabah payroll dan priority.Hingga Juni 2021, Bank Syariah Indonesia mencatat proses integrasi layanan dan migrasi rekening sudah mencapai 45 persen dari target migrasi rekening seluruh wilayah.

Adapun total dana pihak ketiga (DPK) yang akan dimigrasikan pada Juli mencapai Rp 64,3 triliun dengan total nasabah mencapai lebih dari 3 juta orang.

"Kami menyadari bahwa peran Bank Syariah Indonesia tentu tak lepas dari dukungan seluruh stakeholders sehingga proses integrasi layanan dan migrasi rekening dapat berjalan baik, aman, nyaman dan tepat waktu. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mudah-mudahan pada 1 November 2021 semua sistem sudah terintegrasi dengan baik,” ujar Hery.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Skema Aktivasi Mobile Banking

FOTO: Pelayanan Bank Syariah Indonesia Usai Diresmikan Jokowi
Perbesar
Pekerja beraktivitas di kantor cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selasa (2/2/2021). Pada 27 Januari 2021, BSI telah mendapatkan persetujuan dari OJK ditandai dengan keluarnya Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 4/KDK.03/2021. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Dalam proses integrasi layanan, BSI menghadirkan skema aktivasi mobile banking lebih mudah, sehingga nasabah tidak perlu datang ke Kantor Cabang dan bisa langsung bertransaksi dari rumah melalui BSI Mobile.

BSI juga memberikan promo cashback senilai Rp20.000 bagi nasabah migrasi yang telah melakukan aktivasi dan transaksi di BSI Mobile berupa top up e-wallet atau pembelian token PLN dengan minimum transaksi Rp50.000.

Promo ini bisa dinikmati oleh Nasabah Jakarta dan Bandung mulai 5 hingga 14 Juli 2021 serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin mulai 12 hingga 21 Juli 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya