Tanggapan Manajemen Link Net Terkait Kabar Axiata Jajaki Akuisisi Saham LINK

Oleh Dian Tami Kosasih pada 06 Jul 2021, 16:26 WIB
Diperbarui 08 Jul 2021, 05:28 WIB
Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Operator nirkabel terbesar di Malaysia, Axiata Group Bhd, kabarnya tengah dalam pembicaraan lanjutan untuk membeli saham penyedia layanan internet di Indonesia, PT Link Net Tbk (LINK).

Seperti dilansir Bloomberg, Selasa (6/7/2021), diskusi antara Axiata dan penjual potensial, perusahaan ekuitas swasta CVC Capital Partners dan PT First Media atau anak perusahaan dari Lippo Group tengah berlangsung.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bila Axiata sedang mempertimbangkan opsi pada struktur kesepakatan potensial termasuk membeli saham melalui unitnya yang terdaftar di Jakarta, PT XL Axiata Tbk. Meski demikian, belum ada kepastian dari pihak Axiata terkait transaksi.

Melihat berita yang berkembang, Liputan6.com mencoba mengkonfirmasi  kepada CEO dan Presiden Direktur Link Net, Marlo Budiman.

Dalam keterangannya, Marlo membenarkan bila saham Link Net memang akan dibeli oleh potensial buyer, Meski demikian, Ia enggan mengungkapkan secara rinci siapa dan kapan transaksi akan dilakukan.

"Iya benar sekali (saham Link Net memiliki pembeli). Saya tidak bisa memberikan comment terhadap nama dari potential buyer. Akan tetapi benar bahwa First Media Tbk dan CVC sedang dalam tahap Advance melakukan pembicaraan dan Negosiasi dengan potential buyer," katanya kepada Liputan6.com, Selasa, 6 Juli 2021.

Saat disinggung seberapa besar saham yang akan dijual Link Net, Marlo menyebut, semua yang dimiliki First Media Tbk dan CVC (Asia Link Dewa).

"Kepemilikan saham Link Net oleh CVC (Asia Link Dewa) adalah 36,99 persen. Kepemilikan saham Link Net oleh PT First Media Tbk adalah 29,04 persen. Perhitungan tidak termasuk saham treasury, total 66,03 persen," tuturnya.

First Media dan CVC mempertimbangkan untuk mendivestasi saham mayoritas di Link Net pada awal 2015 dan telah menarik minat beberapa perusahaan seperti PT Media Nusantara Citra, XL Axiata dan PT Indosat.

Link Net, merupakan perusahaan yang berdiri pada 1996. Di Indonesia, perusahaan menyediakan broadband berkecepatan tinggi dan televisi kabel. Saat ini, layanannya terhubung ke 2,7 juta rumah.

Perusahaan melaporkan laba bersih mencapai Rp 249 miliar pada tiga bulan pertama atau meningkat 26 persen secara year on year.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham LINK

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 6 Juli 2021, saham LINK naik 1,15 persen ke posisi Rp 4.380 per saham. Saham LINK dibuka stagnan Rp 4.330.

Saham LINK berada di posisi tertinggi Rp 4.550 dan terendah Rp 4.330. Total frekuensi perdagangan saham 2.842 kali dengan volume perdagangan 48.209. Nilai transaksi harian saham Rp 21,3 miliar.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya