Jual Saham Tol Semarang-Batang, Anak Usaha Waskita Karya Raup Rp 1,5 Triliun

Oleh Agustina Melani pada 01 Jul 2021, 19:27 WIB
Diperbarui 01 Jul 2021, 19:27 WIB
Lima ruas bagian dari Tol Trans Jawa yang dikerjakan oleh Jasa Marga dan Waskita Karya siap diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Dok Kementerian BUMN)
Perbesar
Lima ruas bagian dari Tol Trans Jawa yang dikerjakan oleh Jasa Marga dan Waskita Karya siap diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Dok Kementerian BUMN)

Liputan6.com, Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) telah menjual 20 persen saham-nya pada PT Jasamarga Semarang (JSB) kepada Kontrak Investasi Kolektif Reksa Dana Penyertaan Terbatas SAM jalan tol (RDPT SAMJT).

Jumlah saham itu setara 826.312.880. Nilai transaksi penjualan saham di JSB tersebut sebesar Rp 1,513 triliun. Dengan transaksi penjualan saham itu, Waskita Toll Road akan menerima keuntungan atas transaksi tersebut.

"Kas yang diterima akan digunakan untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur dan tambahan modal kerja," tulis Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya Tbk, Ratna Ningrum dalam keterbukaan informasi ke BEI, dikutip Kamis (1/7/2021).

Setelah transaksi penjualan saham tersebut, pemegang saham pada JSB antara lain PT Jasamarga (Persero) Tbk sebesar 43,77 persen, PT Lintas Marga Jawa sebesar 16,23 persen, SMI 20 persen dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas Samuel Jalan Tol sebesar 20 persen.

Sebelumnya pemegang saham JSB antara lain Jasamarga sebesar 43,77 persen, PT Lintas Marga Jawa sebesar 16,23 persen, dan WTR sebesar 40 persen.

Mengutip Antara, RDPT SAM Jalan Tol (RDPT SAM-JT) merupakan perusahaan berbasis ekuitas yang dibentuk manajer investasi yakni PT Samuel Aset Management (SAM) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai bank kustodian.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Target Divestasi pada 2021

Lima ruas bagian dari Tol Trans Jawa yang dikerjakan oleh Jasa Marga dan Waskita Karya siap diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Dok Kementerian BUMN)
Perbesar
Lima ruas bagian dari Tol Trans Jawa yang dikerjakan oleh Jasa Marga dan Waskita Karya siap diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). (Dok Kementerian BUMN)

Direktur Utama WTR Septiawan Andri Purwanto menuturkan, divestasi ruas Tol JSB ini merupakan bentuk perwujudan dari rencana WTR mendivestasikan sembilan ruas tol pada 2021.

"Dari divestasi ini kami memperoleh pendapatan sebesar Rp1,5 triliun. Nilai transaksi ini di atas nilai buku ekuitas yang WTR tanamkan atau di atas price to book value," ujar dia dikutip dari Antara.

Septiawan menuturkan, divestasi di JSB itu juga merupakan bukti besarnya minat investor baik lokal maupun asing dalam berinvestasi di jalan tol, terutama milik Waskita Karya.

"Penandatanganan sales purchase agreement ini merupakan suatu momentum dan sinyal yang baik bagi upaya kami menjalankan proses bisnis sebagai developer jalan tol terbesar di Indonesia," kata Septiawan.

Dirut PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono mengatakan pihaknya mempunyai target besar untuk divestasi dari jalan tol yang dimiliki. Dia menuturkan, momentum tersebut menjadi penting karena WTR menargetkan untuk mendivestasi sembilan ruas tol yang dimiliki pada 2021.

"Momen ini merupakan bukti kepada pemangku kepentingan bahwa ruas-ruas tol milik Waskita memiliki nilai jual yang baik. Ini juga merupakan momen penting sebagai bagian dari restrukturisasi Waskita Karya secara keseluruhan," ujar Destiawan.

Ruas Tol Semarang-Batang sepanjang 75 km adalah bagian Tol Trans-Jawa yang telah beroperasi penuh sejak Desember 2018. Ruas itu merupakan jalur penting yang menghubungkan Jawa bagian barat menuju Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya