Adi Sarana Armada Kantongi Laba Rp 32,65 Miliar pada Kuartal I 2021

Oleh Agustina Melani pada 01 Jul 2021, 08:11 WIB
Diperbarui 01 Jul 2021, 08:12 WIB
Bisnis lelang PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) (Dok: PT Adi Sarana Armada Tbk)
Perbesar
Bisnis lelang PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) (Dok: PT Adi Sarana Armada Tbk)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatat pertumbuhan pendapatan tetapi laba turun pada kuartal I 2021.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/7/2021), PT Adi Sarana Armada Tbk mencatat pendapatan tumbuh 37,29 persen dari Rp 701,62 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 963,17 miliar pada kuartal I 2021.

Beban pokok pendapatan naik 48,76 persen menjadi Rp 742,44 miliar selama tiga bulan pertama 2021. Hal itu mendorong laba bruto naik 8,98 persen menjadi Rp 220,72 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 202,53 miliar.

Perseroan mencatat kenaikan sejumlah beban antara lain beban penjualan naik dari Rp 4,77 triliun pada kuartal I 2020 menjadi Rp 6,03 triliun pada kuartal I 2021. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 122,52 miliar pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 120,39 miliar.

Di sisi lain, beban keuangan perseroan turun dari Rp 64,79 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 59,46 miliar pada kuartal I 2021. Laba operasi perseroan naik 11,81 persen dari Rp 89,32 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 99,87 miliar pada kuartal I 2021.

Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk susut 6,14 persen dari Rp 34,79 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 32,65 miliar pada kuartal I 2021.

Total liabilitas PT Adi Sarana Armada Tbk mencatat kenaikan pinjaman dari Rp 3,73 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp 3,98 triliun pada kuartal I 2021. Total ekuitas perseroan naik menjadi Rp 1,61 triliun pada kuartal I 2021.

Total aset naik dari Rp 5,17 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp 5,59 triliun pada kuartal I 2021. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 472,37 miliar pada kuartal I 2021.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Kontribusi Kinerja

Ilustrasi PT Adi Sarana Armada Tbk/ASSA (Dok: PT Adi Sarana Armada Tbk)
Perbesar
Ilustrasi PT Adi Sarana Armada Tbk/ASSA (Dok: PT Adi Sarana Armada Tbk)

PT Adi Sarana Armada Tbk, perusahaan yang bergerak di bisnis mobilitas transportasi logistik dan penunjangnya, dengan tiga pilar bisnis utama, yaitu bisnis mobilitas (rental, jasa driver, car sharing), bisnis lelang (JBA dan Caroline), serta end-to-end logistic (logistik dan kurir ekspres-Anteraja),

Adapun kontribusi kinerja perseroan antara lain Antereja kembali menjadi kontributor terbesar kedua terhadap pendapatan ASSA setelah bisnis rental dengan kontribusi 37,75 persen pada kuartal I 2021.

Antereja juga mengalami peningkatan pendapatan cukup signifikan sebesar 290,27 persen menjadi Rp 391,54 miliar pada kuartal I 2021.

ASSA terus mengupayakan pertumbuhan di setiap lini bisnisnya yang akan mengarah ke sharing economy dan techbased business.

“Dalam mencapai target pertumbuhan di tahun 2021 yang kami canangkan di awal tahun, ASSA memiliki berbagai strategi untuk masing-masing lini bisnis. Mulai dari Anteraja dengan terus memperluas jangkauan melalui peningkatan jumlah titik layanan dan penambahan jumlah kurir (SATRIA),” ujar dia.

Prodjo menambahkan, saat ini kurir Anteraja sudah mencapai lebih dari 15.000 orang yang tersebar di 600 titik layanan di seluruh Indonesia.


Selanjutnya

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

ASSA juga terus meningkatkan bisnis lelang hybrid JBA, yang pada kuartal I-2021 meningkat sebesar 3,77 persen dengan ekspansi menambah lahan balai lelang. Lalu untuk ShareCar yang merupakan platform sewa mobil mandiri, ASSA terus meningkatkan utilisasi pemakaian dan jumlah unit yang disediakan.

Untuk Caroline yang adalah marketplace tempat jual beli mobil, akan terus ditingkatkan penjualan mobil bekasnya. Dari sisi bisnis persewaan gudang (e-fulfillment atau sharing warehouse), Titipaja telah menambah lokasi gudang baru di Surabaya sehingga tersedia di empat lokasi yaitu Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya.

"Harapan kami berbagai upaya ini dapat terus mengembangkan bisnis ASSA ke arah new economy serta menyumbang kinerja positif di seluruh pilar bisnis,” kata dia.

Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, ASSA juga akan terus mengutamakan aspek Environmental, Social, dan Governance (ESG) dengan memanfaatkan green energy di seluruh aktivitas operasional masing-masing lini bisnis,” ujar Prodjo

 

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya