Ada LRT, Masyarakat Bakal Pilih Pakai Transportasi Umum

Oleh Agustina Melani pada 27 Jun 2021, 21:33 WIB
Diperbarui 28 Jun 2021, 12:37 WIB
Proyek Pembangunan LRT Rampung Desember 2021
Perbesar
Suasana proyek pembangunan LRT Jabodebek di kawasan Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (3/2/2020). PT KAI menanggung 60% dari kebutuhan pembangunan LRT Jabodebek senilai Rp 22,8 triliun sisanya ditanggung PT Adhi Karya dan pemerintah. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyatakan ada transportasi kereta api ringan/light rail transit (LRT) yang terintegrasi di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) akan menciptakan budaya untuk memakai transportasi publik.

Adapun proyek LRT ini merupakan salah satu proyek prestisius yang digarap PT Adhi Karya Tbk. Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk, Farid Budiyanto menuturkan, Jakarta memiliki masalah transportasi selain banjir dan sampah. Akibat masalah transportasi tersebut, setiap individu berpotensi rugi jika terus dibiarkan karena kepadatan kendaraan.

"Ada 3,2 juta orang masuk ke Jabodetabek, peningkatan kendaraan 12 persen timbulkan ketidaknyamanan di Jakarta,” ujar dia dalam diskusi virtual The First Indonesia Investor Summit, Minggu (27/6/2021).

Ia menuturkan, masyarakat kini beralih memilih tempat tinggal di pinggir kota Jakarta seiring harga tanah semakin mahal. Hal tersebut menimbulkan masalah misalkan kemacetan sehingga membuat waktu dan produktivitas berkurang.

"Orang bisa rugi Rp 2,5 juta, bahan bakar Rp 1,7 juta karena macet, belum lagi masalah kesehatan, biaya tol. Pemerintah (Pemprov DKI Jakarta-red) akan naikkan biaya parkir Rp 60 ribu per jam,kerja di Jakarta jadi tidak nyaman, belum lagi maintenance. Dengan ada LRT akan jadi big thing bagi masyarakat Jakarta. Masyarakat pilih public transport dibandingkan kendaraan pribadi,” kata dia.

Kehadiran LRT tersebut, perseroan juga menciptakan tambahan nilai produk dengan mengembangkan proyek properti di Cibubur, Ciracas, dan Jatibening. "Ini suatu future style development untuk masyarakat Jakarta," ia menambahkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pembangunan LRT Jabodebek Capai 84,76 Persen hingga Akhir Mei 2021

Progres Pembangunan Kereta LRT Jabodebek
Perbesar
Rangkaian gerbong kereta LRT Jabodebek parkir di dekat stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021). Progres pembangunan fase 1 LRT Jabodebek ditargetkan untuk beroperasi pada bulan Juli 2022 dengan 18 stasiun pemberhentian. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sebelumnya, hingga akhir Mei 2021, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan perkembangan pembangunan prasarana Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit atau LRT yang terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) secara keseluruhan telah mencapai 84,76 persen.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat, 4 Juni 2021, Corporate Secretary PT Adhi Karya Tbk, Farid Budiyanto menyampaikan detail tiap lintas pelayanan LRT, yakni lintas pelayanan I Cawang-Cibubur sebesar 93,81 persen, lintas pelayanan II Cawang-Dukuh Atas sebesar 84,29 persen, dan lintas pelayanan III Cawang-Bekasi Timur sebesar 90,94 persen. 

Perkembangan ini termasuk telah terealisasikannya pekerjaan penyambungan lintasan dan pembangunan fisik stasiun. Dari perkembangan yang dihasilkan itu,Adhi Karya telah mendapatkan pembayaran senilai sejumlah Rp 13,3 triliun termasuk pajak. 

Selain perkembangan pekerjaan fisik, sarana berupa kereta kini juga telah terparkir di sepanjang jalur lintas pelayanan I, dengan jumlah sebanyak 25 trainset. 

"Nantinya, seluruh kereta ini akan mendapatkan tempat parkirnya sendiri yang terletak di Depo Bekasi Timur,” kata Farid seperti dikutip, Jumat (4/6/2021) Adapun pembebasan lahan untuk depo saat ini telah 100 persen dengan progres pembangunannya sebesar 44,18 persen. 

Perkembangan signifikan juga terlihat pada OCC Room (Operation Control Room) atau ruang kendali kereta LRT yang sepenuhnya akan dilakukan secara otomatis.

Gedung ini menjadi salah satu yang paling penting, untuk memastikan kendali keseluruhan kereta di seluruh lintasan. Hingga saat ini, perkembangan gedung ini telah mencapai 93 persen. 

"Dengan semakin cepat OCC Room selesai, maka semakin cepat pula seluruh kereta mampu diuji coba operasionalnya," kata Farid.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya