Garuda Indonesia Bakal Selesaikan Restrukturisasi Utang pada 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 26 Jun 2021, 09:57 WIB
Diperbarui 26 Jun 2021, 09:57 WIB
FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan restrukturisasi utang selesai pada 2021.

Saat ini, skema restrukturisasi yang akan ditawarkan Garuda Indonesia kepada masing-masing kreditur sedang dalam proses diskusi Perseroan dengan konsultan-konsultan pendukung dengan mengupayakan opsi terbaik yang akan dikaji untuk kepentingan Perseroan dan seluruh stakeholders.

"Perseroan belum dapat menyampaikan timeline proses restrukturisasi sampai dengan penyusunan rencana restrukturisasi telah difinalisasi. Namun demikian, Perseroan menargetkan proses restrukturisasi dapat diselesaikan pada tahun 2021,” ujar VP Corporate Secretary, Mitra Piranti, dalam keterbukaan informasi BEI, ditulis Sabtu (26/6/2021).

Di tengah iklim bisnis industri penerbangan yang penuh dengan tantangan ini, Perseroan berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan Perusahaan secara berkelanjutan. Hal ini, kata Mitra, dapat terlaksana dengan memaksimalkan ekosistem bisnis yang solid.

"Adapun hingga saat ini, belum terdapat kesepakatan lebih lanjut dengan masing-masing kreditur baik kreditur perbankan, lessor dan kreditur lainnya,” beber Mitra.

Sementara itu, skema restrukturisasi yang tengah diupayakan Perseroan, saat ini masih dalam proses kajian dan diskusi Perseroan dan konsultan-konsultan pendukung beserta seluruh stakeholder terkait.

Perseroan mengatakan, pemegang saham pengendali, dalam hal ini Kementerian BUMN juga telah memberikan komitmen dukungan penuh kepada Perseroan dalam proses restrukturisasi utang yakni melalui pembentukan Tim Percepatan Restrukturisasi Perseroan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Belum Putuskan Jalur yang Ditempuh

Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus yang menampilkan visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo yang merupakan livery masker pesawat pertama yang ada di Indonesia.
Perbesar
Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus yang menampilkan visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo yang merupakan livery masker pesawat pertama yang ada di Indonesia.

Meski begitu, Perseroan belum memutuskan jalur yang akan ditempuh untuk menyelesaikan permasalahan utang/proses restrukturisasi utang dan hal ini masih dalam proses diskusi Perseroan dengan konsultan-konsultan beserta seluruh stakeholder terkait.

"Upaya menjalin komunikasi konstruktif dengan berbagai kreditur perbankan, lessor, maupun kreditur lainnya terus dijalankan Perseroan guna menghasilkan keputusan terbaik bagi seluruh pihak,” kata Mitra.

Di tengah iklim bisnis industri penerbangan yang penuh dengan tantangan ini, Perseroan berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan Perusahaan secara berkelanjutan. Hal ini, kata Mitra, dapat terlaksana dengan memaksimalkan ekosistem bisnis yang solid.

"Adapun hingga saat ini, belum terdapat kesepakatan lebih lanjut dengan masing-masing kreditur baik kreditur perbankan, lessor dan kreditur lainnya,” beber Mitra.

Sementara itu, sehubungan dengan skema restrukturisasi yang saat ini tengah diupayakan Perseroan, saat ini masih dalam proses kajian dan diskusi Perseroan dan konsultan-konsultan pendukung beserta seluruh stakeholder terkait

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya