Top 3: Nubank yang Didukung Warren Buffett Jalani Proses IPO

Oleh Dian Tami Kosasih pada 24 Jun 2021, 09:50 WIB
Diperbarui 24 Jun 2021, 09:51 WIB
(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)

Liputan6.com, Jakarta - Nubank, bank digital Brasil yang didukung oleh perusahaan investasi Berkshire Hathaway milik Warren Buffett, telah mengundang bank-bank investasi untuk berpartisipasi dalam rencana penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat.

Dilansir dari Yahoo Finance, Rabu, 23 Juni 2021, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Nubank memiliki valuasi lebih dari USD 40 miliar atau sekitar Rp 577,77 triliun (kurs Rp 14.444 per USD). Lebih lanjut, sumber yang sama mengatakan IPO bisa terjadi pada akhir tahun ini atau awal 2022. 

Dengan valuasi itu, IPO Nubank disebut akan menjadi salah satu debut pasar saham terbesar dari sebuah perusahaan Amerika Selatan. Menempatkannya setara dengan penawaran profil tinggi lainnya yang diharapkan dapat sejajar dengan Perusahaan pialang, Robinhood Markets Inc.

Artikel IPO, Nubank yang Didukung Warren Buffett Sedang Cari Penjamin Emisi Efek menyita perhatian pembaca di saham. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di saham? Berikut sejumlah artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Kamis, (24/6/2021):

1.IPO, Nubank yang Didukung Warren Buffett Sedang Cari Penjamin Emisi Efek

Nubank, bank digital Brasil yang didukung oleh perusahaan investasi Berkshire Hathaway milik Warren Buffett, telah mengundang bank-bank investasi untuk berpartisipasi dalam rencana penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat.

Dilansir dari Yahoo Finance, Rabu, 23 Juni 2021, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Nubank memiliki valuasi lebih dari USD 40 miliar atau sekitar Rp 577,77 triliun (kurs Rp 14.444 per USD). Lebih lanjut, sumber yang sama mengatakan IPO bisa terjadi pada akhir tahun ini atau awal 2022. 

Dengan valuasi itu, IPO Nubank disebut akan menjadi salah satu debut pasar saham terbesar dari sebuah perusahaan Amerika Selatan. Menempatkannya setara dengan penawaran profil tinggi lainnya yang diharapkan dapat sejajar dengan Perusahaan pialang, Robinhood Markets Inc.

Berita selengkapnya baca di sini

2.Garuda Indonesia Sementara Hanya Angkut Kargo ke Hong Kong, Ada Apa?

Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyatakan sementara hanya akan membawa kargo ke Hong Kong. Hal ini seiring maskapai dilarang membawa penumpang hingga 5 Juli 2021 ke Hong Kong.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra menuturkan, ada penumpang Garuda Indonesia yang melakukan tes COVID-19 dan hasilnya dinyatakan negatif di dalam negeri sehingga diperbolehkan naik pesawat.

"Di Hong Kong, di PCR ternyata positif. Sebagai maskapai kami dilarang membawa penumpang sampai tanggal 5 Juli ke Hong Kong. Kami hanya akan bawa kargo," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Rabu, 23 Juni 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Kasus COVID-19 Melonjak, Mitra Keluarga Tambah Kapasitas Tempat Tidur

PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) harus menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien COVID-19. Hal ini seiring ada lonjakan kasus COVID-19.

Kembali mengalami lonjakan, jumlah kasus baru positif COVID-19 di Indonesia bertambah 15.308 orang pada Rabu (23/6/2021). Hal ini membuat total keseluruhan kasus menjadi 2.033.421 orang sejak Maret 2020.

"Kasus COVID-19 sempat turun pada April dan Mei, sebagian kita sudah alihkan. Tapi melihat melonjak lagi dan kebutuhan kasur juga melonjak jadi kita sudah alihkan lagi ke COVID-19," kata Head of Investor Relation Mitra Keluarga Karyasehat Aditya Widjaja kepada Liputan6.com, Rabu, 23 Juni 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓