IHSG Menghijau, Investor Asing Buru Saham BBRI hingga GGRM

Oleh Dian Tami Kosasih pada 24 Jun 2021, 09:28 WIB
Diperbarui 18 Jul 2021, 17:22 WIB
Pergerakan IHSG Ditutup Menguat
Perbesar
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal sesi perdagangan Kamis (24/6/2021). Penguatan IHSG di tengah nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dan bursa saham global bervariasi.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,29 persen ke posisi 6.052. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 0,20 persen ke posisi 6.046. Indeks saham LQ45 menguat 0,23 persen ke posisi 861,92. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi 6.058 dan terendah 6.036. Sebanyak 194 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 159 saham melemah dan 179 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 138.120 kali dengan volume perdagangan 2,7 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 1,2 triliun. Investor asing beli saham Rp 25,06 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 14.415.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat dan melemah. Sektor saham IDXIndustry naik 1,26 persen, dan catat penguatan terbesar. Diikuti sektor saham IDXBasic mendaki 0,58 persen dan IDXEnergy menanjak 0,42 persen.

Selain itu, sektor saham yang tertekan IDXInfra melemah 0,51 persen, dan bukukan penurunan terbesar. Disusul sektor saham IDXTrans tergelincir 0,33 persen dan sektor saham IDXProperty merosot 0,29 persen.

Top Gainers dan Losers

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Para pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham BIMA naik 34,67 persen

-Saham TIRA naik 25 persen

-Saham KICI naik 24,84 persen

-Saham PTSN naik 23,48 persen

-Saham JAWA naik 19,66 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham EDGE melemah 6,97 persen

-Saham LPLI melemah 6,94 persen

-Saham GOLD melemah 6,92 persen

-Saham CANI melemah 6,90 persen

-PEGE melemah 6,84 persen

Aksi Investor Asing

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 16,3 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 12,5 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 5,7 miliar

-Saham DMMX senilai Rp 5,2 miliar

-Saham GGRM senilai Rp 3,7 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham HEAL senilai Rp 8,5 miliar

-Saham BFIN senilai Rp 5,6 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 8 miliar

-Saham TBIG senilai Rp 2,3 miliar

-Saham TOWR senilai Rp 1,3 miliar

Bursa Saham Asia

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks Hang Seng naik 0,48 persen, indeks Korea Selatan Kospi menguat 0,37 persen, indeks Jepang Nikkei mendaki 0,15 persen.

Selain itu, indeks Shanghai menguat 0,04 persen, indeks Singapura mendaki 0,33 persen dan indeks Taiwan meroket 0,47 persen.

Mengutip laporan Ashmore Asset Management Indonesia, bursa saham Amerika Serikat ditutup beragam pada 23 Juni 2021 seiring investor menilai risiko inflasi dan kenaikan suku bunga. 8 dari 11 kelompok industri menurun dengan sektor utilitas dan material memimpin kerugian.

Sektor siklikal termasuk pilihan konsumen, keuangan dan energi. Indeks saham acuan AS merosot ke posisi terendah setelah Presiden the Fed Dallas Robert Kaplan mengatakan, ekonomi AS mungkin memenuhi ambang batas bank sentral AS untuk mengurangi pembelian obligasi lebih cepat dari yang diperkirakan orang, sementara memperkirakan kenaikan suku bunga tahun depan.

Sebelumnya, Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan, The Fed mungkin memutuskan untuk melakukan taper dalam beberapa bulan ke depan. Sepasang komentar hawkish muncul setelah Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali di hadapan anggota parlemen pada Selasa bahwa kenaikan harga baru-baru ini sebagian besar akan bersifat transisi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓