Garuda Indonesia Sementara Hanya Angkut Kargo ke Hong Kong, Ada Apa?

Oleh Agustina Melani pada 23 Jun 2021, 11:28 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 11:28 WIB
Maskapai nasional Garuda Indonesia pada Jumat (15/1) meluncurkan livery khusus dalam rangka mendukung program vaksinasi Covid-19 nasional. (Dok Garuda)
Perbesar
Maskapai nasional Garuda Indonesia pada Jumat (15/1) meluncurkan livery khusus dalam rangka mendukung program vaksinasi Covid-19 nasional. (Dok Garuda)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyatakan sementara hanya akan membawa kargo ke Hong Kong. Hal ini seiring maskapai dilarang membawa penumpang hingga 5 Juli 2021 ke Hong Kong.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra menuturkan, ada penumpang Garuda Indonesia yang melakukan tes COVID-19 dan hasilnya dinyatakan negatif di dalam negeri sehingga diperbolehkan naik pesawat.

"Di Hong Kong, di PCR ternyata positif. Sebagai maskapai kami dilarang membawa penumpang sampai tanggal 5 Juli ke Hong Kong. Kami hanya akan bawa kargo," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, Rabu (23/6/2021).

Irfan menuturkan, kondisi tersebut juga pernah terjadi di Indonesia. Hal ini karena ada juga maskapai yang membawa penumpang positif.

"Ada juga beberapa maskapai yang masuk ke Indonesia. Dan setelah di tes beberapa penumpangnya positif. Mesti dilarang juga ya,” kata dia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Garuda Indonesia Dilarang Bawa Penumpang ke Hong Kong

Desain masker baru pesawat Garuda Indonesia pada armada B737-800 NG
Perbesar
Desain masker baru pesawat Garuda Indonesia pada armada B737-800 NG (dok: GIA)

Sebelumnya, Hong Kong melarang sementara penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta ke wilayahnya. Ini usai adanya laporan temuan kasus impor baru Covid-19.

Melansir laman chinadailyhk, Rabu, 23 Juni 2021, Hong Kong menemukan 7 kasus Covid-19 dari penumpang pesawat, hingga Selasa 22 Juni lalu.

Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong, mengatakan jika mereka yang ditemukan positif Covid-19 termasuk 6 wanita dari Indonesia dan seorang pria berusia 51 tahun yang riwayat perjalanannya belum jelas. Diketahui bila tak satu pun dari mereka menunjukkan gejala apa pun. Demikian mengutip kanal Bisnis Liputan6.com.

Sebelumnya pada Minggu, 20 Juni, Departemen Kesehatan menemukan 4 penumpang Garuda Indonesia  dalam penerbangan GA876 dinyatakan positif terkena virus. Pemeriksaan dilakukan usai mereka tiba di Hong Kong dari Jakarta.

Hasil temuan ini yang mendorong pemerintah Hong Kong menghentikan sementara penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta menuju Hong Kong. Larangan berlaku mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya