Arus Dana Keluar dari Bitcoin Selama Enam Minggu, Ada Apa?

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 22 Jun 2021, 21:32 WIB
Diperbarui 18 Jul 2021, 19:29 WIB
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Liputan6.com, Jakarta - Tindakan keras di China dan masalah lingkungan membayangi investor. Hal ini juga mendorong arus keluar untuk produk dan dana investasi bitcoin selama minggu keenam berturut-turut.

Hal itu berdasarkan data dari manajer aset digital CoinShares pada Senin, 21 Juni 2021. Pada pekan lalu, arus keluar bitcoin mencapai USD 89 juta atau sekitar Rp 1,28 triliun (asumsi kurs Rp 14.421 per dolar AS). Sepanjang 2021, arus keluar bitcoin mencapai USD 487 juta, atau 1,6 persen dari aset yang dikelola.

Sektor kripto secara keseluruhan mengalami arus keluar minggu ketiga berturut-turut sebesar USD 79 juta minggu lalu dalam apa yang sekarang menjadi arus keluar terpanjang sejak Februari 2018, kata CoinShares. Untuk Juni, arus keluar bersih mencapai USD 210,5 juta.

"Arus keluar Bitcoin selama enam minggu telah didorong oleh kombinasi masalah lingkungan dan lingkungan peraturan yang semakin antagonis di China," ujar Kepala riset pasar global di Forex.com, Matt Weller, dilansir dari Antara, Selasa (22/6/2021).

"Dengan tema-tema ini yang masih berlaku dan harga yang rendah, mungkin perlu beberapa saat sebelum kita mulai melihat periode aliran masuk dana berkelanjutan lainnya," ia menambahkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bitcoin Sentuh Posisi Terendah

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Bitcoin mencapai level terendah dua minggu di USD 31.700  pada Senin, 21 Juni 2021, karena tindakan keras China yang meluas terhadap penambangan Bitcoin.

Pihak berwenang di provinsi barat daya Sichuan memerintahkan proyek penambangan mata uang kripto ditutup di pusat penambangan utama. Bitcoin telah kehilangan lebih dari 20 persen dalam enam hari terakhir dan turun setengah dari tertinggi April yang hampir USD 65.000.

Ether, token yang digunakan untuk blockchain Ethereum, melihat arus keluar kecil sebesar 1,9 juta dolar AS minggu lalu, setelah mencatat arus keluar USD 14,6 juta pada minggu sebelumnya.

Sebagai persentase dari aset yang dikelola, arus keluar Ether hanya mewakili 0,14 persen, data menunjukkan, menyiratkan bahwa sebagian besar sentimen negatif telah difokuskan pada Bitcoin.

Volume perdagangan mingguan dalam produk investasi Ether telah turun secara dramatis, anjlok 80 persen sejak tertinggi Mei. Penyedia data Blockchain Glassnode mengatakan aktivitas on-chain di seluruh papan perdagangan sangat rendah di seluruh Bitcoin dan Ethereum.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓