Kapuas Prima Coal Catat Penjualan Naik 36,9 Persen pada Kuartal I 2021

Oleh Dian Tami Kosasih pada 22 Jun 2021, 20:29 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 20:29 WIB
Ilustrasi laporan keuangan.
Perbesar
Ilustrasi laporan keuangan. (Photo by Serpstat from Pexels)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), emiten bidang pertambangan bijih besi (Fe) dan Galena membukukan pertumbuhan kinerja penjualan dan laba bersih pada kuartal I 2021.

Hingga akhir Maret 2021, ZINC berhasil mencatat penjualan sebesar Rp228,4 miliar, atau naik 36,9 persen dibandingkan periode yang sama tahunsebelumnya, yakni Rp166,7 miliar.

Sementara itu, laba kotor Kapuas Prima Coal naik 124,5 persen menjadi Rp113,2 miliar, dan laba bersih melonjak 304,4 persen menjadi Rp64,6 miliar dari Rp15,9 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Direktur Independen ZINC, Padli Noor mengungkapkan, pencapaian yang diraih tak lepas dari hasil peningkatan kapasitas produksi yang sudah mulai dijalankan sejak akhir tahun 2020.

"Hingga kuartal I-2021, ZINC memproduksi ore sebesar 126.000 ton, meningkat 57,5 persen jika dibandingkan dengan produksi ore pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 80.000 ton. Kami bersyukur berhasil melewati kuartal pertama di tahun ini dengan hasil yang memuaskan,” ujarnya.

Realisasi kinerja positif selama Kuartal I-2021 juga ditunjukan oleh peningkatan penjualan komoditas yang diproduksi oleh ZINC. Tercatat, per Maret 2021, penjualan konsentrat seng berhasil mencapai Rp108,6 miliar atau naik 35,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan komoditas perak juga tumbuh hingga 19,5 persen dari Rp36,6 miliar menjadi Rp43,8 miliar. Sementara itu, penjualan konsentrat timbal turun sebesar 13,8 persen menjadi Rp39,2 miliar dari Rp45,5 miliar, dan penjualan bijih besi merosot 12,5 persen menjadi Rp3,9 miliar.

Meski demikian, ZINC memperoleh tambahan penjualan dari konsentrat besi sebesar Rp32,7 miliar pada Kuartal I-2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kuota Ekspor

Ilustrasi Laporan Keuangan
Perbesar
Ilustrasi Laporan Keuangan.Unsplash/Isaac Smith

ZINC memperoleh kuota ekspor sebesar 46.000 ton konsentrat seng dan 17.500 ton konsentrat timbal untuk 2021. Sejalan dengan upaya peningkatan kinerja pada 2021, ZINC telah merampungkan pembangunan pemurnian timbal pertama di Indonesia yang berada di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

"Direncanakan smelter timbal akan memasuki tahap commissioning, dan bisa beroperasi secara komersil pada Kuartal III 2021 ini. Diharapkan dengan mulai beroperasinya smelter timbal tersebut, dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja ZINC ke depan,” tegas Padli.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓