China Tindak Keras Penambang Kripto, Harga Bitcoin Merosot

Oleh Dian Tami Kosasih pada 21 Jun 2021, 23:21 WIB
Diperbarui 18 Jul 2021, 20:58 WIB
Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin merosot ke level terendah dalam dua minggu pada Senin, (21/6/2021). Hal ini terjadi di tengah laporan China intensifkan tindakan kerasnya terhadap penambangan uang kripto.

Mata uang digital terbesar di dunia ini turun ke level USD 31.760 atau sekitar Rp 458,09 juta (asumsi kurs Rp 14.423 per dolar AS) pada Senin pagi, 21 Juni 2021. Harga bitcoin turun di bawah USD 32.000 untuk pertama kalinya sejak 8 Juni 2021, berdasarkan data Coin Metrics.

Kemudian harga bitcoin ke posisi USD 32.997 pada pukul 10.45 ET turun 3,3 persen pada Senin pekan ini. Selain itu, ether dan XRP masing-masing turun 11 persen dan 10 persen.

Banyak tambang bitcoin di Sichuan pada Minggu tutup setelah pihak berwenang di provinsi barat daya China memerintahkan penghentian penambangan kripto, seperti dilaporkan dari Global Times.

"Lebih dari 90 persen kapasitas penambangan bitcoin China akan tutup," ujar dia dikutip dari CNBC, Senin pekan ini.

Bloomberg dan Reuters juga melaporkan perpindahan dari otoritas Sichuan. Ini mengikuti perkembangan serupa di Mongolia dan Yunnan, China, serta seruan dari Beijing untuk mengatasi penambangan kripto di tengah kekhawatiran atas konsumsi energi yang besar.

Sebelumnya secara terpisah, Bank Sentral China telah mendesak Alipay, layanan pembayaran yang dijalankan afiliasi grup Ant untuk menindak perdagangan kripto. "China sering melakukan ini," ujar CEO CryptoCompare, Charles Hayter, dilansir dari CNBC.

Tindakan Keras China Tekan Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Tindakan keras China telah menyebabkan penurunan signifikan bitcoin, hal itu berdasarkan data blockchain.com. Diperkirakan 65 persen penambangan bitcoin global dilakukan di China.

Proses intensif daya ini telah menimbulkan kekhawatiran yang berkembang atas potensi bahaya lingkungan dari bitcoin dengan semua orang mulai dari CEO Tesla Elon Musk hingga Menteri Keuangan AS Janet Yellen meningkatkan alarm.

China, tempat sebagian besar penambangan bitcoin terkonsentrasi sangat bergantung pada tenaga batu bara. Bulan lalu, sebuah tambang batu bara di Xinjiang banjir dan ditutup,membuat hampir seperempat dari tingkat bitcoin.

Namun, penambang di China sering bermigrasi ke tempat-tempat seperti Sichuan yang kaya tenaga air pada musim hujan. Sejumlah upaya industri telah diluncurkan termasuk bitcoin mining council dan crypto climate accord, dalam upaya untuk mengurangi jejak karbon uang kripto.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓