Obat Terapi COVID-19 Ivermectin Produksi Indofarma Kantongi Izin Edar BPOM

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 21 Jun 2021, 17:07 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 16:31 WIB
Mengonsumsi Obat Tertentu
Perbesar
Ilustrasi Obat-Obatan Credit: pexels.com/pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengumumkan izin edar obat produksi PT Indofarma Tbk (INAF) Ivermectin.

Ivermectin ini sebagai terapi yang merupakan obat minum anti parasit yang secara in vitro memiliki kemampuan anti-virus yang luas dengan cara menghambat replikasi virus SARS-CoV-2.

"Pada hari ini kami sampaikan Ivermectin, alhamdulillah hari ini keluar izin edar dari BPOM. Kami terus melakukan komunikasi insentif dengan Kemenkes sesuai rekomendasi BPOM dan Kemenkes  bahwa obat Ivermectin ini harus mendapat izin dokter dalam penggunaan keseharian,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir dalam video konferensi, Senin (21/6/2021).

Diketahui, sejumlah negara seperti Filipina dan India mulai menggunakan Ivermectin sebagai opsi pengobatan COVID-19. Merujuk pada sejumlah jurnal kesehatan, Erick mengatakan Ivermectin dianggap bekerja dalam menekan penularan dan perkembangan virus yang menyebabkan COVID-19. Adapun saat ini, Ivermectin sudah melalui uji stabilitas.

"Karena itu, obat Ivermectin yang diproduksi Indofarma ini pada saat ini kita sudah mulai produksi dengan kapasitas 4 juta sebulan," kata Erick.

"Dari studi yang ada, obat Ivermectin dianggap bisa membantu terapi pencegahan dengan memakan dalam 1 bulan di hari pertama dan hari ke 3 hanya 1 tablet. harganya sangat murah, mulai Rp 5.000 sampai Rp 7.000,” ia menambahkan.

Untuk kategori ringan dapat dikonsumsi pada hari pertama, ketiga, dan kelima dengan dosis 2-3 butir per hari pada saat terapi. Untuk kategori sedang, dapat dikonsumsi pada hari pertama hingga kelima secara teratur.

"Tapi ini kembali ditekankan, ini terapi, bukan obat,” ujat Erick.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham INAF

IHSG Ditutup Melemah ke 6.023,64
Perbesar
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpampang di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Dari 10 sektor pembentuk IHSG, lima sektor saham berada di zona merah. Pelemahan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 21 Juni 2021, saham PT Indofarma Tbk (INAF) naik 24,64 persen ke posisi Rp 2.580. Saham INAF dibuka stagnan di posisi Rp 2.070. Saham INAF berada di posisi tertinggi Rp 2.580 dan terendah Rp 1.960. Total frekuensi perdagangan saham 4.147 kali dengan nilai transaksi Rp 22,6 miliar.

Sepanjang 2021, saham INAF melemah 48,64 persen ke posisi Rp 2.070. Saham INAF berada di posisi tertinggi Rp 7.350 dan terendah Rp 2.070. Total frekuensi perdagangan 274.087 kali dengan nilai transaksi Rp 2,5 triliun.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya