Ingin Investasi dengan Modal Mulai Rp 1 Juta? Coba Tengok SBR010

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 21 Jun 2021, 11:42 WIB
Diperbarui 21 Jun 2021, 11:44 WIB
(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah menerbitkan Savings Bond Ritel seri SBR010 untuk mendukung pembiayaan APBN 2021. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman mengatakan, nilai investasi dalam instrumen ini bisa mulai dari Rp 1 juta.

"Untuk memfasilitasi investor, terutama generasi milenial dan juga generasi Z, pemerintah telah menurunkan nilai investasi minimal dari Rp 5 juta sebelumnya menjadi hanya Rp 1 juta dan dengan investasi maksimal adalah Rp 3 miliar,” kata dia dalam Virtual Launching SBR010, Senin (21/6/2021).

Di tengah era suku bunga rendah dunia saat ini, SBR010 memiliki fitur yaitu kuponnya floating the floor yang jarang dimiliki oleh instrumen investasi lainnya.

Dengan fitur ini, imbal hasil SBR010 dipatok minimal sebesar kupon saat penerbitan. Di sisi lain investor berpotensi menerima imbal hasil yang lebih tinggi jika suku bunga acuannya meningkat yaitu BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

Oleh karena itu, selain menawarkan kupon yang kompetitif dibandingkan produk yang lainnya serta ada perlindungan dari inflasi, SBR010 juga dapat digunakan untuk melindungi investor dari risiko fluktuasi bunga di pasar.

"SBR010 kali ini kita akan dengan tingkat kupon 5,10 persen, tenor 2 tahun, adanya fasilitas early redemption dan masa penawaran dimulai mulai hari ini tanggal 21 Juni sampai dengan tanggal 15 Juli 2021,” kata Luky.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Fokus Penanganan Pandemi COVID19

Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19
Perbesar
Ilustrasi coronavirus, virus corona, koronavirus, Covid-19. Kredit: Fernando Zhiminaicela via Pixabay

APBN 2021 difokuskan untuk kebijakan penanganan pandemi COVID-19 dan percepatan pemulihan ekonomi. Untuk itu, Pemerintah dan DPR menyepakati defisit APBN 2021 sebesar 5,7 persen PDB atau 1.006,4 triliun.

"Untuk itu, tahun ini Pemerintah berencana menawarkan 7 seri SBN ritel. Baik ABN konvensional yaitu seri ORI dan SBR, maupun SBN berbasis syariah yaitu seri sukuk ritel sukuk tabungan dan yang terbaru adalah sukuk wakaf ritel,” kata dia.

Pada semester I 2021, Pemerintah telah menerbitkan seri ORI dan sukuk ritel yang sifatnya tradeable serta sukuk wakaf ritel di bulan Ramadan kemarin 

"Dalam rangka untuk menambah alternatif instrumen investasi yang aman dan juga menguntungkan bagi masyarakat hari ini Pemerintah membuka penawaran SUN ritel yang sifatnya  tidak dapat diperdagangkan atau non tradable yaitu Savings Bond Ritel seri SBR010,” tutur Luky.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓