10 Saham Emiten Bank Paling Cuan pada 2021, BANK Melonjak 2.793 Persen

Oleh Agustina Melani pada 20 Jun 2021, 18:33 WIB
Diperbarui 20 Jun 2021, 18:33 WIB
FOTO: Jelang Tutup, Nilai Perdagangan Saham Lebih dari Rp 7,7 Triliun
Perbesar
Pialang memantau jalannya perdagangan saham di galeri Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Sembilan sektor tercatat berkinerja baik dipimpin sektor finance yang melonjak 3,76 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kinerja saham sejumlah emiten bank mencatat lonjakan tajam sepanjang tahun berjalan 2021. Bahkan kinerja saham emiten bank itu mengalahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,47 persen secara year to date (ytd). IHSG berada di posisi 6.007 pada penutupan perdagangan Jumat, 18 Juni 2021.

Sementara itu,  sepanjang tahun berjalan 2021, saham emiten PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) naik 2.793,20 persen ke posisi Rp 2.980 per saham.

Saham BANK berada di posisi tertinggi Rp 3.900 dan terendah Rp 139 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 1.076.950 kali dengan nilai transaksi Rp 13,8 triliun.

Disusul saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) yang menguat 544 persen ke posisi Rp 322 per saham. Saham BABP berada di posisi tertinggi Rp 450 dan terendah Rp 50 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.293.588 kali dengan nilai transaksi Rp 7,3 triliun.

Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Maximilianus Nico Demus menuturkan, isu bank digital menjadi salah satu pendorong kenaikan harga saham sejumlah bank. Apalagi kabar sejumlah bank yang akan mengembangkan bank digital seperti BCA.

"Bank-bank kecil yang digosipkan jadi bank digital membuat  saham bank alami kenaikan. Tetapi apakah bank itu mempunyai ekosistem yang dimiliki ARTO (Bank Jago), tokopedia dan gojek,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Minggu (20/6/2021).

Oleh karena itu, Nico mengingatkan investor hati-hati masuk ke saham emiten bank. Hal ini terutama melihat faktor fundamental dan kapasitas bank untuk mengembangkan bank digital.

"Pelaku pasar harus pintar memilah. Perhatikan kebenaran beritanya. (Pelaku pasar-red) seperti sell on rumor,” kata dia.

Ia menambahkan, pelaku pasar juga perlu memperhatikan fundamental bank untuk mampu menjadi bank digital. Menurut dia, membangun ekosistem untuk bank digital tidak mudah.

"Potensi dan kapasitas. Apakah bisa semudah itu tanpa ada ekosistem. Membangun sistem secara digital untuk bank itu tidak mudah,” kata dia.

Nico memprediksi, isu bank digital masih akan mempengaruhi pergerakan harga saham emiten bank terutama bank mini hingga akhir tahun. Apalagi dengan perkembangan infrastruktur teknologi, menurut Nico akan mendukung sektor perbankan.

Meski demikian, ia menilai tidak semua perbankan memiliki kapasitas untuk mengembangkan bank digital karena mempertimbangkan ekosistem.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

10 Saham Bank Catat Kenaikan Terbesar Sepanjang 2021

IHSG
Perbesar
Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut 10 saham bank yang catat kenaikan terbesar sepanjang 2021 berdasarkan data RTI:

1.PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)

Saham BANK melambung 2.793 persen ke posisi Rp 2.980 per saham dari posisi sebelumnya Rp 103. Sepanjang 2021,saham BANK berada di posisi tertinggi Rp 3.900 dan terendah Rp 139 per saham.

2.PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP)

Saham BABP melambung 544 persen ke posisi Rp 322 per saham dari posisi sebelumnya Rp 50. Saham BABP berada di posisi tertinggi Rp 450 dan terendah Rp 50.

3.PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)

Saham BINA melambung 346,38 persen ke posisi Rp 3.080 per saham dari posisi sebelumnya Rp 690. Saham BINA berada di posisi tertinggi Rp 3.080 dan terendah Rp 685 per saham.

4.PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI)

Saham BBHI melambung 343,40 persen ke posisi Rp 1.880 per saham dari posisi sebelumnya Rp 690. Saham BBHI berada di posisi tertinggi Rp 2.500 dan terendah Rp 370 per saham.

5.PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI)

Saham BBSI melambung 256,63 persen ke posisi Rp 2.960 per saham. Saham BBSI berada di posisi tertinggi Rp 3.690 dan terendah Rp 805 per saham. Total frekuensi perdagangan 21.972 kali dengan nilai transaksi Rp602,2 miliar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Selanjutnya

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

6.PT Bank Jago Tbk (ARTO)

Saham ARTO naik 227,33 persen ke posisi Rp 14.075 per saham dari posisi sebelumnya Rp 4.300. Saham ARTO berada di posisi tertinggi Rp 14.400 dan terendah Rp 4.140 per saham.

7.PT Bank Maspion Tbk (BMAS)

Saham BMAS naik 206,98 persen ke posisi Rp 1.320 per saham dari posisi sebelumnya Rp 430. Saham BMAS berada di posisi tertinggi Rp 2.510 dan terendah Rp 332 per saham.

8.PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC)

Saham INCO naik 117,39 persen ke posisi Rp 150 per saham dari posisi Rp 69 per saham. Saham INPC dari posisi tertinggi Rp 320 dan terendah Rp 61 per saham.

9.PT Bank Ganesha Tbk (BGTG)

Saham BGTG naik 113,51 persen ke posisi Rp 158 per saham dari posisi Rp 74. Saham BGTG berada di posisi tertinggi Rp 264 dan terendah Rp 65.

10.PT Bank Bumi Artha Tbk (BNBA)

Saham BNBA naik 111,64 persen ke posisi Rp 800 per saham dari posisi sebelumnya Rp 378. Saham BNBA berada di posisi tertinggi Rp 3.320 dan terendah Rp 376.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓