Melihat Tiga Kelemahan Bitcoin, Apa Saja?

Oleh Dian Tami Kosasih pada 19 Jun 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 06:30 WIB
Bitcoin - Image by Allan Lau from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by Allan Lau from Pixabay

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi mata uang kripto paling diburu, bitcoin ternyata memiliki beberapa kelemahan. Hal ini membuat mata uang digital lainnya menjadi opsi pilihan, menurut profesor di Cornell University.

"Ini tidak anonim seperti yang dipikirkan orang, dan menambang bitcoin buruk bagi lingkungan. Itu juga tidak berfungsi dengan baik sebagai mata uang, kata profesor ekonomi Eswar Prasad dilansir CNBC, ditulis Sabtu (19/6/2021).

Salah satu aspek yang menarik ialah cryptocurrency atau uang kripto lain telah datang dengan solusi kelemahan bitcoin.

Untuk lebih jelasnya berikut tiga kelemahan bitcoin:

1. Pertambangan merusak lingkungan

Penambangan Bitcoin mengacu pada proses intensif energi yang diperlukan untuk menghasilkan koin baru dan memastikan jaringan pembayaran aman dan terverifikasi. Listrik yang digunakan saat transaksi divalidasi pada blockchain bitcoin, hal ini tentu saja tidak baik untuk lingkungan.

CEO Tesla, Elon Musk mengatakan, perusahaan mobil listrik miliknya berhenti menerima bitcoin sebagai bentuk pembayaran karena masalah lingkungan, sehingga harga bitcoin turun 5 persen dalam hitungan menit.

Penambang Crypto menggunakan komputer yang dibuat khusus untuk menyelesaikan persamaan matematika kompleks yang secara efektif memungkinkan transaksi koin dilakukan. Para penambang dihargai atas upaya mereka dengan dibayar dalam uang kripto.

Namun, seluruh proses yang digunakan untuk membuat bitcoin membutuhkan banyak energi dan dapat mengkonsumsi lebih banyak daya dibandingkan seluruh negara seperti Finlandia dan Swiss.

Di sisi lain, Ethereum juga dipandang sebagai alternatif bitcoin. Hadir dengan metode penambangan berbeda, mata uang ini membutuhkan lebih sedikit energi.

Tak hanya itu, Ethereum Foundation mengklaim akan menggunakan energi 99,95 persen lebih sedikit dari pada sebelumnya.

“Itu akan menjadi jauh lebih hemat energi, dan itu bisa memberikan banyak manfaat yang seharusnya diberikan oleh bitcoin. Itu juga bisa membuat transaksi jauh lebih murah dan lebih cepat,” kata Prasad.

2. Tidak Terlalu Anonim

Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay
Perbesar
Bitcoin - Image by VIN JD from Pixabay

Awal bulan ini, pejabat penegak hukum Amerika Serikat mengatakan, mereka dapat memulihkan USD 2,3 juta dalam bentuk bitcoin yang dibayarkan kepada kelompok cyber kriminal yang terlibat dalam serangan ransomware di Colonial Pipeline pada bulan Mei.

FBI mengatakan agennya dapat mengidentifikasi dompet mata uang virtual yang digunakan peretas untuk mengumpulkan pembayaran dari Colonial Pipeline.

"Ide utama bitcoin adalah untuk memberikan nama samaran. Tetapi ternyata jika Anda sering menggunakan bitcoin, dan terutama jika Anda menggunakan bitcoin untuk mendapatkan barang dan jasa, maka pada akhirnya menjadi mungkin untuk menautkan alamat atau identitas fisik Anda ke identitas digital Anda," kata Prasad.

Yang menarik, terdapat cryptocurrency lain yang mencoba memperbaiki ini dan menawarkan lebih banyak anonimitas. Dia menyoroti Monero dan Zcash sebagai beberapa contoh.

"Jadi bitcoin benar-benar telah memulai sesuatu dari pencarian alternatif yang lebih baik dan orang-orang tampaknya mencari alat tukar yang tidak mengharuskan mereka melalui lembaga tepercaya seperti pemerintah atau bank komersial, tetapi tidak cukup sampai di sana,” kata Prasad.

 

3. Tidak berfungsi dengan baik sebagai mata uang

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Perbesar
Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Secara teori, bitcoin seharusnya menyediakan media pertukaran anonim dan efisien, tetapi hal ini nyatanya tidak berhasil. Sebaliknya, bitcoin dinilai lambat dan tidak praktis sebagai alat pembayaran barang dan jasa, terlebih pasar sangat fluktuatif. Bitcoin rentan terhadap perubahan besar dalam volatilitas, seperti yang terlihat dari penurunan 30 persen dalam satu hari.

"Jadi Anda bisa membawa bitcoin ke toko dan suatu hari, mendapatkan secangkir kopi dan hari lain, dengan bitcoin yang sama, dapat memanjakan diri Anda dengan makanan mewah. Jadi itu tidak bekerja dengan baik untuk alat tukar," katanya.

Bitcoin telah menjadi aset spekulatif bagi orang-orang yang berharap adanya peningkatan nilai, bukan karena mereka ingin menggunakannya sebagai mode pembayaran.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓