BEI Kembali Gembok Saham DCII Setelah Harga Terus Meroket

Oleh Agustina Melani pada 17 Jun 2021, 11:11 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 11:11 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) atau saham DCII pada Kamis, (17/6/2021).

BEI suspensi saham DCII seiring terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT DCI Indonesia Tbk. Suspensi saham DCII dilakukan pada pasar regular dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan 17 Juni 2021 hingga pengumuman bursa lebih lanjut.

"Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M.Panjaitan dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy.

Sebelumnya BEI buka suspensi saham DCII pada Rabu, 16 Juni 2021 setelah suspensi satu hari pada Selasa, 15 Juni 2021. Suspensi saham DCII dilakukan karena peningkatan harga saham DCII yang signifikan.

Pada pembukaan perdagangan saham 16 Juni 2021, saham DCII sempat naik 20 persen dan sentuh posisi tertinggi Rp 60.300 per saham.

Mengutip data RTI, saham DCII naik 17,41 persen ke posisi Rp 59.000 per saham pada penutupan perdagangan Rabu, 16 Juni 2021. Saham DCII dibuka naik 250 poin ke posisi Rp 50.500 per saham. Saham DCII berada di posisi tertinggi Rp 60.300 dan terendah Rp 50.250 per saham.

Total frekuensi perdagangan 906 kali dengan volume perdagangan 1.720. Nilai transaksi harian saham Rp 10,2 miliar. Kapitalisasi pasar saham DCII mencapai Rp 140,64 triliun.

Masuk 10 Emiten Kapitalisasi Besar

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 111 saham menguat, 372 tertekan, dan 124 lainnya flat. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terus melambung usai penghentian sementara perdagangan (suspensi) dibuka pada Rabu, (16/6/2021). Hal itu mendorong kenaikan harga saham DCII mencapai puluhan ribu persen sepanjang tahun berjalan 2021 sehingga masuk 10 emiten kapitalisasi pasar terbesar di BEI.

Mengutip data RTI, saham DCII naik 17,41 persen ke posisi Rp 59.000 per saham pada penutupan perdagangan Rabu, 16 Juni 2021. Saham DCII dibuka naik 250 poin ke posisi Rp 50.500 per saham. Saham DCII berada di posisi tertinggi Rp 60.300 dan terendah Rp 50.250 per saham.

Total frekuensi perdagangan 906 kali dengan volume perdagangan 1.720. Nilai transaksi harian saham Rp 10,2 miliar. Kapitalisasi pasar saham DCII mencapai Rp 140,64 triliun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DCII masuk 10 emiten kapitalisasi terbesar pada 16 Juni 2021. Saham DCII berada di posisi sembilan dari 10 saham emiten kapitalisasi besar. Posisi DCI Indonesia di bawah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). TPIA catatkan kapitalisasi pasar Rp 168 triliun.

Sepanjang tahun berjalan 2021, saham DCII sudah melambung 13.947 persen. Saham DCII berada di posisi terendah Rp 525 dan tertinggi Rp 60.300. Total frekuensi perdagangan 14.714 kali dengan nilai transaksi Rp 3,2 triliun.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,17 persen ke posisi 6.078,56 pada Rabu pekan ini. Nilai transaksi harian saham tercatat Rp 12,36 triliun dan volume perdagangan 16,42 miliar saham. Total frekuensi perdagangan 1.111.810 kali.

 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓