Penjelasan Hensel Davest Indonesia Terkait Lonjakan Harga Saham

Oleh Dian Tami Kosasih pada 16 Jun 2021, 20:36 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 20:36 WIB
IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Perdagangan saham PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT), emiten bergerak di usaha pendistribusian produk digital dan pengembangan aplikasi perdagangan dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 9 Juni 2021. Hal ini dilakukan karena peningkatan harga kumulatif, sehingga perlu dilakukan cooling down.

Melihat hal ini, Direktur & Sekretaris Perusahaan HDIT, Ferdiana mengaku, terdapat dua faktor yang membuat harga saham-nya melonjak tajam, yakni secara umum dan khusus.

Untuk secara umum, Ferdiana menyebut terdapat tiga faktor yakni antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk digital.

"Lalu layanan digital payment yang semakin popular demandnya untuk memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat di tengah berlangsungnya pandemi Covid-19," katanya secara virtual.

Hal terakhir ialah banyaknya perusahaan di bidang teknologi startup yang berencana go public. Terkait faktor secara khusus, perseroan menyebut dua hal, yakni pencabutan subsidi listrik yang dilakukan pemerintah secara bertahap, oleh karena mulai terjadinya pemulihan ekonomi di berbagai daerah.

"Ini mengakibatkan perseroan yang memiliki pendapatan tertingginya dari pembayaran listrik PLN mengalami recovery kinerja operasional," ujar Ferdiana.

Sejalan dengan poin tersebut, perseroan optimistis mampu menbukukan laporan keuangan yang lebih baik lagi di kuartal I 2021. HDIT akan melaporkan kinerja keuangan pada akhir Juni 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham HDIT

IHSG
Perbesar
Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

BEI pun membuka suspensi saham HDIT pada 10 Juni 2021 di pasar reguler dan tunai. Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 16 Juni 2021, saham PT Hensel Davest Indonesia Tbk turun 2,1 persen ke posisi Rp 700 per saham.

Saham HDIT dibuka stagnan di posisi Rp 715 per saham. Saham HDIT berada di level tertinggi Rp 725 dan terendah Rp 675 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 581 kali dengan nilai transaksi Rp 790,3 juta.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓