Jepang Rilis Data Ekspor Mei 2021, Bursa Saham Asia Bervariasi

Oleh Dian Tami Kosasih pada 16 Jun 2021, 09:09 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 09:09 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berjalan melewati indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Rudal tersebut menuju wilayah Tohoku dekat negara Jepang. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik mencari arah pada perdagangan saham Rabu pagi (16/6/2021). Hal ini seiring investor mencermati data ekonomi regional seperti data ekspor Jepang dan menanti pertemuan bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve.

Di Jepang, indeks saham Nikkei 225 melemah 0,2 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix naik 0,1 persen. Ekspor Jepang naik 49,6 persen pada Mei 2021. Angka ekspor tersebut lebih rendah dari harapan ekonom yang perkirakan 51,3 persen.

Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,16 persen. Indeks saham Australia mendaki 0,14 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,06 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Rabu (16/6/2021).

Selain itu, China juga mengumumkan data ekonomi termasuk produksi industri dan penjualan ritel pada Mei 2021.

Di wall street, indeks saham S&P 500 melemah 0,2 persen ke posisi 4.264,59. Sementara itu, indeks saham Dow Jones susut 94,42 poin ke posisi 34.299,33. Indeks saham Nasdaq tergelincir 0,71 persen ke posisi 14.072.

Tekanan di wall street terjadi seiring investor menanti hasil pertemuan bank sentral AS atau the Fed dalam dua hari ini. Bank sentral AS diharapkan tidak mengambil langkah apapun. Akan tetapi, pelaku pasar akan mencermati pernyataan mengenai inflasi dan rencana tapering.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Indeks Dolar AS

Pasar Saham di Asia Turun Imbas Wabah Virus Corona
Perbesar
Seorang pria melihat layar monitor yang menunjukkan indeks bursa saham Nikkei 225 Jepang dan lainnya di sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo, Senin (10/2/2020). Pasar saham Asia turun pada Senin setelah China melaporkan kenaikan dalam kasus wabah virus corona. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Indeks dolar AS berada di posisi 90,53 setelah menguat 90,6. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 110,06 per dolar AS. Harga minyak menguat pada jam perdagangan di Asia.

Harga minyak Brent berjangka naik 0,38 persen menjadi USD 74,27 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat naik 0,42 persen ke posisi USD 72,42 per barel.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓