Anak Usaha WIKA Genggam 49 Persen Saham Patra Jasa

Oleh Dian Tami Kosasih pada 15 Jun 2021, 19:43 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 19:44 WIB
FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya Realty, anak usaha PT Wijaya Karya (persero) Tbk (WIKA) resmi mengambil 49 persen saham PT Patra Jasa di PT Indonesia Group. Hal ini disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Objek transaksi adalah pengambilalihan milik PT Patra Jasa oleh PT Wijaya Karya Realty 1.470 lembar saham atau sebesar 49 persen dari saham yang telah ditempatkan dan disetor di PT Hotel Indonesia Group dengan skema jual-beli," tulis informasi tersebut.

Transaksi yang dilakukan pada 11 Juni 2021 ini memiliki nilai Rp1,56 miliar. Hal ini karena nilai transaksi tidak melebihi jumlah Rp5 miliar, sehingga transaksi ini dikecualikan dari ketentuan POJK 42/2020.

"Hubungan afiliasi yang bertransaksi adalah antara PT Wijaya Karya Realty dan PT Patra Jasa yang merupakan anak perusahaan dari BUMN yang kepemilikan saham BUMN tersebut dimiliki oleh pemerintah mayoritas," tulis informasi yang sama.

PT Wijaya Karya Realty merupakan perusahaan terkendali dari perseroan dengan kepemilikan sahamnya sebesar 93,05 persen. Sedangkan PT Patra Jasa merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dengan kepemilikan sahamnya sebesar 99,9 persen.

"Pertimbangan dilakukannya transaksi ini adalah dalam rangka penugasan PT Wijaya Karya Realty untuk melakukan integrasi dan peningkatan bisnis hotel BUMN (Holding Hotel BUMN) antara lain dengan melakukan pengambilalihan saham milik PT Patra Jasa di PT Hotel Indonesia Group sebagaimana telah diterangka tersebut di atas," tulisnya.  

Scroll down untuk melanjutkan membaca

WIKA Realty Ditunjuk Jadi Holding Hotel BUMN

Ilustrasi hotel
Perbesar
Ilustrasi hotel (Dok.Unsplash)

Sebelumnya,  lima perusahaan BUMN sepakat membentuk Holding Hotel BUMN. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian komitmen jual beli saham antara PT Wika Realty selaku induk holding hotel BUMN dengan PT Aero Wisata selaku anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Hotel Indonesia Natour (Persero), dan PT Patra Jasa sebagai anak usaha PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Pada saat bersamaan, Wika Realty juga melakukan perjanjian komitmen jual beli Asset dengan PT Pegadaian (Persero).

Penandatanganan Perjanjian Komitmen Jual Beli tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman Bersama Rencana Konsolidasi Bisnis Hotel BUMN yang telah ditandatangani pada September 2020 lalu.

"Konsolidasi bisnis hotel ini sejalan dengan langkah menjadikan BUMN sebagai institusi bisnis yang kompetitif sekaligus mengatur lini bisnis hotel BUMN sehingga BUMN Induk yang sebelumnya membawahi anak-anak usaha hotel dapat dapat menjalankan bisnis sesuai bisnis inti yang dimiliki," ujar Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, Selasa, 29 Desember 2020.

Selain itu, Kartika melanjutkan, kebijakan ini juga didesain sesuai dengan rencana efisiensi, perampingan BUMN sebagai institusi bisnis dan global player, menjalankan dan mendukung program pemerintah di bidang pariwisata, serta meningkatkan daya saing dan penciptaan nilai dari konsolidasi bisnis hotel BUMN.

Perjanjiian ini merupakan bagian dari pembentukan holding hotel yang pada tahap pertama terdapat 22 hotel yang akan terkonsolidasi dalam pembentukan Holding Hotel BUMN, yakni 11 hotel milik Hotel Indonesia Natour, 1 Hotel milik Aero Wisata, 1 hotel milik PT Patra Jasa, dan 9 hotel milik PT Pegadaian

Hotel Indonesia Natour, memiliki 11 unit hotel dan resort di Bali, Jawa, dan Sumatera yakni Inaya Putri Bali, Grand Inna Kuta, Grand Inna Padang, Grand Inna Malioboro, Grand Inna Tunjungan, Grand Inna Samudra Beach, Grand Inna Medan, Inna Tretes, Inna Parapat, Inna Sindhu Beach, dan Inna Bali Heritage.

PT Aero Wisata yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memiliki Kila Senggigi Beach Lombok. Adapun PT Pertamina (Persero) melalui anak usaha PT Patra Jasa memiliki dan mengelola The Patra Bali Resort & Villas.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pegadaian dan WIKA

Ilustrasi Hotel
Perbesar
Ilustrasi penginapan. (dok. pexels.com/PIxabay)

Sementara PT Pegadaian memiliki 9 hotel yang dikelola oleh anak perusahaan PT Pesonna Indonesia Jaya dan tersebar di Makassar, Pekanbaru, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Tegal, Pekalongan dan Surabaya.

Sedangkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melalui entitas anaknya, PT Wika Realty saat ini mengelola 7 kondotel yakni Best Western Papilio Hotel di Surabaya, Best Western Premiere La Grande Hotel di Bandung, Wyndham Tamansari Jivva Resort, Golden Tulip Jineng Resort Bali, Best Western The Lagoon Manado Hotel, Best Western Premiere The Hive Hotel Jakarta, dan Kyriad Hotel Airport Tangerang.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓