SMAR Bagi Dividen Rp 160 per Saham untuk Tahun Buku 2020

Oleh Agustina Melani pada 15 Jun 2021, 13:09 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 13:09 WIB
Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)
Perbesar
Ilustrasi dividen (Photo by Gerd Atlmann on Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) atau disebut PT Smart Tbk menyetujui pembagian dividen final Rp 160 per saham.

Jumlah dividen itu sektiar 30 persen dari laba bersih PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk tahun 2020 atau sejumlah hampir Rp 460 miliar. Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam RUPST pada Selasa (15/6/2021).

Selain itu, RUPST juga menyetujui dan mensahkan laporan tahunan perseroan dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 71,23 persen dari Rp 898,63 miliar pada 2019 menjadi Rp 1,53 triliun pada 2020.

Penjualan bersih tumbuh 11,70 persen dari Rp 36,19 triliun pada 2019 menjadi Rp 40,43 triliun pada 2020. Total liabilitas perseroan tercatat naik 33,51 persen dari Rp 16,85 triliun pada 2019 menjadi Rp 22,50 triliun pada 2020.

Perseroan mencatat ekuitas naik 14,55 persen menjadi Rp 12,52 triliun pada 2020 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,93 triliun. Aset naik 26,05 persen dari Rp 27,78 triliun pada 2019 menjadi Rp 35,02 triliun pada 2020. Perseroan kantongi kas dan setara kas sebesar Rp 2,82 triliun pada 2020.

Perseroan tetap memprioritaskan upaya memastikan keamanan dan kesehatan para karyawan selama pandemi COVID-19. Perseroan mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam mengurangi penyebaran COVID-19 dan membangun kekebalan komunitas.

Perseroan juga berpartisipasi dalam program vaksinasi gotong royong melalui kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Terkait prospek industri, Sekretaris Perusahaan Jimmy Pramono menuturkan, saat ini pasokan minyak nabati global sangat terbatas terutama dipengaruhi oleh kondisi cuaca kering di Amerika Selatan dan belahan dunia lainnya.

"Kami memprediksi ketatnya pasokan akan terus berlanjut sepanjang tahun ini. Dengan bergulirnya program vaksinasi COVID-19 secara global, kami optimis bahwa permintaan minyak nabati tetap kuat, baik dari sektor pangan maupun energi,” kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya tetap waspada dan senantiasa memantau perkembangan pandemi COVID-19 terutama di negara konsumen utama.

Gerak Saham SMAR

20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Selasa, 15 Juni 2021, saham SMAR melemah 0,65 persen ke posisi Rp 4.570 per saham. Saham SMAR dibuka stagnan ke posisi Rp 4.600 per saham.

Saham SMAR berada di posisi tertinggi Rp 4.570 dan tertinggi Rp 4.600 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 15 kali dengan nilai transaksi Rp 35,7 juta.

Sepanjang tahun berjalan 2021, saham SMAR melonjak 10,84 persen ke posisi Rp 4.600 per saham. Saham SMAR berada di posisi tertinggi Rp 5.300 dan terendah Rp 4.600 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.423 kali dengan nilai transaksi Rp 6,7 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓