Neraca Dagang Surplus pada Mei 2021, IHSG Betah di Zona Merah

Oleh Agustina Melani pada 15 Jun 2021, 12:28 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 12:28 WIB
IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah terbatas pada sesi pertama perdagangan Selasa, (15/6/2021). Sementara itu, neraca dagang Indonesia surplus pada Mei 2021.

Pada penutupan sesi pertama, IHSG melemah 0,11 persen ke posisi 6.073. Indeks saham LQ45 merosot 0,33 persen ke posisi 892,92. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi pertama, IHSG berada di posisi tertinggi 6.091 dan terendah 60.51. Sebanyak 312 melemah sehingga menekan IHSG. 167 saham menguat dan 153 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 654.168 kali dengan volume perdagangan 10,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,7 triliun.  Investor asing beli saham Rp 98,11 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 14.231.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham IDXBasic naik 1,57 persen dan bukukan penguatan terbesar. Diikuti sektor saham IDXTechno mendaki 1,33 persen dan sektor saham IDXHealth menanjak 0,44 persen.

Sementara itu, sektor saham IDXProperty melemah 1,26 persen dan catat penurunan terbesar. Diikuti sektor saham IDXEnergy tergelincir 0,91 persen dan sektor saham IDXCylical merosot 0,74 persen.

Top Gainers dan Losers

IHSG Ditutup Melemah ke 6.023,64
Perbesar
Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang catat penguatan terbesar antara lain:

-Saham HDFA naik 25 persen

-Saham TRUE naik 24,59 persen

-Saham KBLV naik 24,48 persen

-Saham KJEN naik 24,44 persen

-Saham MTWI naik 23,85 persen

Saham-saham yang alami koreksi tajam atau to losers antara lain:

-Saham MGLV tergelincir 9,47 persen

-Saham BNBA tergelincir 6,99 persen

-Saham AGRS tergelincir 6,99 persen

-Saham POLL tergelincir 6,93 persen

-Saham BBHI tergelincir 6,92 persen

Aksi Investor Asing

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 53,6 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 44,4 miliar

-Saham GGRM senilai Rp 21,8 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 21,7 miliar

-Saham ERAA senilai Rp 11,8 miliar

Saham-saham yang dilepas investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 42,3 miliar

-Saham TBIG senilai Rp 23,6 miliar

-Saham JPFA senilai Rp 16,1 miliar

-Saham INCO senilai Rp 15,7 miliar

-Saham BBTN senilai Rp 13,6 miliar

Bursa Saham Asia

Perdagangan Awal Pekan IHSG Ditutup di Zona Merah
Perbesar
Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Bursa saham Asia cenderung bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng susut 0,80 persen, indeks saham Thailand tergelincir 0,20 persen dan indeks saham Shanghai turun 0,65 persen.

Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,10 persen, indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,99 persen, indeks saham Singapura menguat 0,60 persen dan indeks saham Taiwan menanjak 0,84 persen.

Neraca Dagang Mei 2021

Neraca Perdagangan Indonesia Meningkat
Perbesar
Suasana bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (11/1/2021). Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia (BI), meningkat dari capaian pada periode yang sama 2019 yang mengalami defisit 3,51 miliar dolar AS. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Indonesia surplus USD 2,36 miliar pada Mei 2021.

"Neraca perdagangan Indonesia Mei 2021 ini kembali surplus USD 2,36 miliar dan ini lebih tinggi dari bulan April lalu. Jika kita lihat tren, Mei ini yang tertinggi selama 2021," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam sesi telekonferensi, Selasa, 15 Juni 2021.

Menurut catatan BPS, neraca perdagangan yang surplus tersebut ditopang oleh angka ekspor yang tercatat mengalami penurunan secara bulanan menjadi USD 16,6 miliar pada Mei 2021 dari USD 18,49 miliar pada April 2021.

Sementara secara tahunan, ekspor mengalami peningkatan yang cukup signifikan sebesar 58,76 persen.

"Hal ini ditopang oleh kenaikan ekspor migas sebesar 66,99 persen dan non migas sebesar 58,3 persen," ujarnya.

Sementara dari sisi impor, Indonesia melakukan impor sebesar USD 14,23 miliar per Mei 2021, turun 12,16 persen dibandingkan bulan April 2021.

"Hal itu terjadi karena adanya penurunan impor non migas 14,16 persen, kendati impor migas masih naik 1,9 persen," jelasnya.

Sementara secara tahunan, impor tumbuh siignifikan sebesar 66,68 persen. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan impor migas hingga 213,6 persen dan impor non migas 56,4 persen.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓