IHSG Berada di 2 Zona, Investor Asing Buru Saham BMRI hingga IPTV

Oleh Agustina Melani pada 15 Jun 2021, 09:18 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 10:56 WIB
Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal sesi perdagangan Selasa (15/6/2021). Akan tetapi, penguatan IHSG terbatas dan investor asing masih beli saham.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,08 persen ke posisi 6.085. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menanjak 0,15 persen ke posisi 6.089. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,27 persen ke posisi 893,29. Sebagian besar indeks saham acuan alami koreksi. IHSG bergerak ke zona merah pukul 09.15.IHSG turun 0,46 persen ke posisi 6.056.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.091,36 dan terendah 6.072. Sebanyaj 138 saham melemah sehingga menekan IHSG. 147 saham mengaut dan 210 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 51.870 kali dengan volume perdagangan 1 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 425,6 miliar. Investor asing beli saham Rp 7,7 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 14.134.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham IDXTrans melemah 1,01 persen, dan catat koreksi terbesar. Diikuti sektor saham IDXEnergy merosot 0,66 persen dan sektor saham IDXNoncylical susut 0,51 persen. Sementara itu, sektor saham IDXTechno naik 1,88 persen dan bukukan kenaikan terbesar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Top Gainers dan Losers

IHSG
Perbesar
Pekerja beraktivitas di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Sebelumnya, Indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 5.600 pada penutupan perdagangan pertama bulan ini, Senin (3/4/2017). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham HDFA naik 25 persen

-Saham TRUE naik 24,59 persen

-Saham KBLV naik 24,48 persen

-Saham KSEN naik 21,48 persen

-Saham MLPT naik 21,74 persen

Saham-saham yang melemah antara lain:

-Saham AGRS melemah 6,99 persen

-Saham BCAP melemah 6,91 persen

-Saham KONI melemah 6,84 persen

-Saham SCNP melemah 6,84 persen

-Saham SAMF melemah 6,79 persen

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Aksi Investor Asing

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Perbesar
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Karena hal tersebut, Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh pelaku industri maupun otoritas pasar modal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 10,4 miliar

-Saham MDKA senilai Rp 5,6 miliar

-Saham BANK senilai Rp 5,1 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 5,1 miliar

-Saham IPTV senilai Rp 3,1 miliar

Saham-saham yang dilepas investor asing antara lain:

-Saham JPFA senilai Rp 6,1 miliar

-Saham UNVR senilai Rp 4 miliar

-Saham INKP senilai Rp 2,6 miliar

-Saham BBTN senilai Rp 2,1 miliar

-Saham INCO senilai Rp 2 miliar

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bursa Saham Asia

IHSG Ditutup Melemah ke 6.023,64
Perbesar
Pengendara sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). IHSG ditutup melemah 0,09 persen atau 5,52 poin ke level 6.023,64 dari penutupan perdagangan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, bursa saham Asia cenderung bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 1,13 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,07 persen, dan indeks saham Shanghai tergelincir 1,17 persen.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei naik 0,64 persen, indeks saham Singapura bertambah 0,37 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,63 persen.

Mengutip laporan Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG melemah ke posisi 6.080 pada perdagangan Senin, 14 Juni 2021 didorong saham kapitalisasi besar. Selain itu, dana luar negeri kembali ke Indonesia terutama ke obligasi imbal hasil tinggi.

Pada saat yang sama, jarak antara obligasi pemerintah bertenor lima tahun dan 10 tahun melebar ke level tertinggi dalam empat bulan. Ini menunjukkan investor masih agak berhati-hati dan lebih memilih jatuh tempo jangka pendek dari pada yang lama.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓