Hero Supermarket Fokus Kembangkan IKEA hingga Guardian, Bagaimana Pendanaannya?

Oleh Agustina Melani pada 14 Jun 2021, 23:56 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 06:50 WIB
Giant Tutup Gerai
Perbesar
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Kamis (4/3/2021). Poster-poster discount closing store dan rak-rak kosong menjadi pemandangan setiap konsumen yang datang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akan fokus mengembangkan IKEA, Guardian hingga Hero Supermarket ke depan setelah mengumumkan akan tutup seluruh gerai Giant. Lalu dari mana dana investasi-nya?

Dalam keterbukaan informasi, Senin (14/6/2021), PT Hero Supermarket Tbk menyatakan tetap  berkomitmen pada masa depan ritel di Indonesia. Perseroan yakin akan posisinya sebagai pengecer kompetitif yang kuat dalam jangka panjang.

“Setelah restrukturisasi Giant selesai, PT Hero akan memusatkan fokusnya pada merek IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI yang diteken Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, Senin (14/6/2021).

PT Hero Supermarket Tbk menyatakan tiga merek tersebut memiliki potensi pertumbuhan lebih baik dibandingkan Giant. Perseroan akan fokus pada investasi dalam pertumbuhan toko di bisnis IKEA, Guardian, dan terus investasi pada bisnis e-commerce dan memiliki ambisi untuk kedua merek tersebut menjadi pemimpin industri dalam kategorinya masing-masing.

Pascarestrukturisasi Giant, Hero Supermarket akan menjadi satu-satunya bisnis ritel makanan perseroan. Perseroan juga mengatakan sedang evaluasi kelayakan untuk mengubah beberapa Giant menjadi Hero Supermarket dan akan terus meningkatkan kinerjanya.

BEI pun mempertanyakan mengenai sumber dana yang dibutuhkan untuk ekspansi tersebut, manajemen PT Hero Supermarket Tbk mengharapkan perluasan gerai yang sedang berlangsung dapat didanai oleh kombinasi arus kas yang dihasilkan sendiri yang kuat serta fasilitas utang PT Hero Supermarket yang ada.

"Karena sejumlah lokasi gerai Giant saat ini dimiliki oleh PT Hero, perseroan juga menjajaki opsi terkait monetisasi aset tersebut,” tulis perseroan

Monetisasi aset dinilai menguntungkan bagi perseroan. Monetisasi ini akan memungkinkan Hero Supermarket menghasilkan modal untuk mendanai investasi dalam inisiatif pertumbuhan.

Selain itu, perseroan memberikan penjelasan mengenai pinjaman sebesar Rp 775 miliar dari pihak terafilasi The Dairy Farm Company Limited.

PT Hero Supermarket Tbk menegaskan, fasilitas pinjaman intercompany dilakukan untuk memberikan fleksibilitas pendanaan tambahan yang diperlukan untuk modal kerja jangka pendek dan kebutuhan kas operasional, mengingat ketidakpastian dampak COVID-19 dan kondisi perdagangan yang menantang yang dihadapi Perseroan.

“Saat ini, fasilitas ini belum digunakan dan PT Hero memiliki hak untuk memanfaatkan fasilitas pinjaman ini jika diperlukan,” ujar perseroan.

 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham HERO

Pembukaan-Saham
Perbesar
Pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 14 Juni 2021, saham HERO naik 5,99 persen ke posisi Rp 1.415 per saham. Saham HERO dibuka naik lima poin ke posisi Rp 1.340 per saham.

Saham HERO di posisi tertinggi Rp 1.550 dan terendah Rp 1.330. Total frekuensi perdagangan 343 kali dengan nilai transaksi Rp 694,3 juta.

Sepanjang tahun berjalan 2021, saham PT Hero Supermarket Tbk naik 70,48 persen ke posisi Rp 1.415 per saham. Saham HERO berada di posisi tertinggi Rp 1.900 dan terendah Rp 780 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 12.996 kali dengan nilai transaksi Rp 37,5 miliar.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓