Harga Melonjak, BEI Gembok Perdagangan Saham MLPT

Oleh Dian Tami Kosasih pada 14 Jun 2021, 18:47 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 18:48 WIB
FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) hentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) atau saham MLPT pada Senin, 14 Juni 2021.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, suspensi saham MLPT seiring terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham MLPT. Oleh karena itu, BEI memandang perlu untuk suspensi saham MLPT dalam rangka cooling down.

Suspensi saham MLPT tersebut dilakukan di pasar regular dan pasar tunai dengan tujuan memberikan waktu memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham PT Multipolar Technology Tbk.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M.Panjaitan dan PH Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Martin Satria.D Bako.

Pada 7-11 Juni 2021, saham MLPT melonjak 169,01 persen ke posisi Rp 4.600 per saham. Saham MLPT bergerak di level tertinggi Rp 4.630 dan terendah Rp 1.710 per saham. Saham MLPT ditransaksikan sebanyak 7.939 kali dengan nilai transaksi Rp 29,8 miliar.

Sepanjang tahun berjalan 2021, saham MLPT melambung 547,89 persen. Saham MLPT berada di posisi tertinggi Rp 4.630 dan terendah Rp 705 per saham. Total frekuensi perdagangan 32.601 kali dengan nilai transaksi Rp 85 miliar.

BEI Pantau Saham MLPT

FOTO: IHSG Akhir Tahun Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memimpin kenaikan harga saham di jajaran top gainers pada 7-11 Juni 2021. Saham MLPT naik 169,01 persen ke posisi Rp 4.600 per saham.

Peningkatan harga saham MLPT ini pun mendapatkan perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI menyatakan telah terjadi peningkatan harga saham MLPT yang di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA).

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan ada pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Informasi terakhir mengenai perusahaan tercatat adalah informasi pada 7 Juni 2021 yang dipublikasikan melalui website BEI terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Sehubungan dengan UMA tersebut, BEI sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk:

-Memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa

-Mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya

-Mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS

-Mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) pun memberikan penjelasan kepada BEI. Perseroan menyatakan sedang sedang menjajaki potensi kemitraan untuk anak usaha perseroan yang bergerak di bidang data center yakni PT Graha Teknologi Nusantara.

"Informasi lebih lanjut akan diberikan oleh perseroan setelah ada perkembangan yang materiil," tulis perseroan.

Perseroan juga menyatakan tidak mengetahui ada informasi yang menyangkut perseroan yang beredar sebagai rumor di media massa.

Sebelumnya perseroan menyampaikan telah mengumumkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Perseroan untuk tahun buku 2020 yang diselenggarakan pada 30 April 2021. Perseroan telah menyampaikan ringkasan risalah RUPST serta pengumuman pembagian dividen tunai perseroan pada 4 Mei 2021.

Selain itu, paparan publik untuk tahun buku 2020 yang diselenggarakan pada 30 April 2021, perseroan telah menyampaikan hasil paparan publik pada 5 Mei 2021, penyampaian laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2020 pada 18 Maret 2021, dan penyampaian laporan keuangan yang berakhir pada 31 Maret 2021 (limited reviewa) pada 31 Mei 2021.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓