Diskon PPnBM Mobil Baru Diperpanjang, Ini Tanggapan Astra International

Oleh Dian Tami Kosasih pada 14 Jun 2021, 11:56 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 11:56 WIB
20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memperpanjang pemberian diskon 100 persen Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil hingga Agustus 2021. Sebelumnya diskon pajak 100 persen itu hanya berlaku hingga akhir Mei 2021.

Meski menjadi sentimen positif bagi industri otomotif, PT Astra International Tbk (ASII) mengaki pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait detail pelaksanaannya.

"Kami masih berkoordinasi dengan pemerintah untuk detail pelaksanaannya. Nanti kalau saya sudah ada updatenya dari ATPM kami bisa cek kembali," kata Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti kepada Liputan6.com, Senin (14/6/2021).

Untuk kinerja sepanjang semester satu, Tira mengaku ada diskon PPnBM yang diberikan pemerintah, mampu berdampak positif pada penjualan kendaraan bermotor.

"Kinerja semester 1 khusunya segmen mobil terbantu dengan adanya diskon PPnBM 100 persen. Hal ini tercermin dari naiknya angka penjualan di Maret dan April. Detailnya bisa dilihat dilaporan penjualan kendaraan yang dikeluarkan Gaikindo," ujarnya.

Industri otomotif Indonesia kembali meningkat penjualan setelah dihantam pandemi virus Corona Covid-19 sejak tahun lalu. Tidak hanya penjualan, produksi roda empat secara nasional juga terus tumbuh dengan didorong insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah (DTP).

Berdasarkan catatan, hingga April 2021 tingkat produksi kendaraan bermotor tumbuh hingga 322 persen secara tahunan. Hal tersebut, juga untuk mengantisipasi tingginya permintaan kendaraan akibat melonjaknya permintaan karena diskon PPnBM.

"Kalau kita lihat dari sisi gross di sebelah kanan naiknya itu melonjak sangat tinggi 322,8 persen lebih, tiga kali lipatnya produksinya naik," kata Sri Mulyani saat Konferensi Pers APBN Kita edisi Mei 2021 secara virtual, Selasa, 25 Mei 2021.

Sedangkan penjualan ritel pada April 2021, juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 227 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan untuk unitnya, pada April 2021 tercatat sebanyak 90 ribu unit, dibanding 73 ribu unit pada Maret 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemerintah Perpanjang Diskon 100 Persen PPnBM Mobil Baru

Pemerintah Berencana Memacu Aturan Ekspor Industri Otomotif
Perbesar
Mobil siap ekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Rabu (27/3). Pemerintah berencana memacu ekspor industri otomotif dengan harmonisasi skema PPnBM, yaitu tidak lagi dihitung dari kapasitas mesin, tapi pada emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Pemerintah memperpanjang diskon 100 persen Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru hingga Agustus 2021. Semula diskon pajak 100 persen tersebut hanya berlaku sampai dengan akhir mei 2021.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, Kementerian Keuangan sudah senada dengan Kementerian Perindustrian, bahwa Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) dapat diperpanjang. Hal ini sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, diperlukan terobosan untuk tetap menciptakan iklim usaha yang kondusif di tengah kondisi pandemi.

"Ini bertujuan membangkitkan kembali gairah usaha di tanah air, khususnya sektor industri, yang selama ini konsisten berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (13/6/2021).

Perpanjangan pemberian insentif PPnBM mobil baru ini diusulkan oleh Menperin dan disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati dalam rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Jumat lalu.

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga saat ini potensi sektor otomotif didukung sebanyak 21 perusahaan, dengan total kapasitas mencapai 2,35 juta unit per tahun dan serapan tenaga kerja langsungnya sebanyak 38 ribu orang. Selain itu, lebih dari 1,5 juta orang turut bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

“Artinya, industri otomotif menjadi salah satu penggerak perekonomian yang pertumbuhannya harus segera dipercepat karena industri ini melibatkan banyak pelaku usaha lokal dalam rantai produksinya mulai dari hulu hingga ke hilir,” paparnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dimulai Sejak 1 Maret 2021

Pemerintah Berencana Memacu Aturan Ekspor Industri Otomotif
Perbesar
Mobil siap ekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Rabu (27/3). Pemerintah berencana memacu ekspor industri otomotif dengan harmonisasi skema PPnBM, yaitu tidak lagi dihitung dari kapasitas mesin, tapi pada emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sejak 1 Maret 2021, pemerintah menerapkan kebijakan PPnBM DTP terhadap pembelian mobil baru. Program ini dimulai untuk mobil penumpang 1.500cc dengan kandungan lokal tertentu. Skemanya, per tiga bulan diberlakukan perubahan potongan pajak, yakni Maret-Mei diskon 100 persen, Juli-Agustus 50 persen, dan Oktober-Desember 25 persen.

Seiring perkembangan implementasi kebijakan tersebut, kinerja industri otomotif dan penjualan mobil di tanah air menunjukkan tren yang positif. “Pemerintah memang akan melakukan evaluasi per tiga bulan untuk melihat dampak dari diskon PPnBM DTP untuk pembelian mobil baru,” ungkap Agus.

Pada Maret saat awal diberlakukan diskon PPnBM ini, sudah ada kenaikan penjualan mobil baru hingga 28,85 persen. Bahkan, pada April 2021, lonjakan penjualan mencapai 227 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 lalu (year on year/yoy).

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan ritel, secara akumulatif, Januari–April 2021 naik 5,9 persen yoy menjadi 257.953 unit. Secara bulanan volume penjualan ritel telah mendekati level normal atau sekitar 80.000 per bulan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perpanjangan

Pemerintah Berencana Memacu Aturan Ekspor Industri Otomotif
Perbesar
Mobil siap ekspor terparkir di PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Rabu (27/3). Pemerintah berencana memacu ekspor industri otomotif dengan harmonisasi skema PPnBM, yaitu tidak lagi dihitung dari kapasitas mesin, tapi pada emisi yang dikeluarkan kendaraan bermotor. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Melihat respons dan efek positif tersebut, pemerintah akan melakukan perpanjangan fasilitas PPnBM DTP 100 persen untuk penjualan mobil 4x2 di bawah 1500cc hingga bulan Agustus 2021. Selanjutnya, periode untuk diskon PPNBM DTP 50 persen diperpanjang menjadi bulan Desember 2021.

Usulan perpanjangan diskon PPNBM DTP ini sebelumnya telah disampaikan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). “Pemerintah bisa menilai dan mengevaluasi apa yang terjadi dalam tiga bulan terakhir ini, yaitu Maret, April, dan Mei. Kalau kami melihatnya, tepat sasaran, dan semua pihak happy dengan adanya stimulus ini,” ungkap Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto.

Ia menilai program diskon 100 persen PPnBM DTP ini berjalan sukses, dengan semua pihak merasa diuntungkan, baik dari segi pelaku usaha otomotif, konsumen dan pemerintah. Tak hanya para pelaku industri otomotif yang mendapatkan keuntungan dari kenaikan penjualan mobil yang signifikan, menurutnya, pemerintah pun berhasil meraih pendapatan PPn dan PPh dari meningkatnya penjualan mobil. Di sisi lain, konsumen mendapatkan kendaraan baru dengan harga yang lebih terjangkau.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓