Bursa Saham Asia Beragam pada Awal Pekan

Oleh Dian Tami Kosasih pada 14 Jun 2021, 08:59 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 08:59 WIB
Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Senin (14/6/2021). Sementara itu, sebagian bursa saham utama di Asia Pasifik libur.

Di Jepang, indeks saham Nikkei naik 0,45 persen pada awal perdagangan saham. Indeks saham Topix menhaut 0,25 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi melemah. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,13 persen. Demikian dilansir dari CNBC, Senin pekan ini.

Di sisi lain, Jepang akan umumkan data produksi industri pada April 2021. Indeks dolar AS bergerak di kisaran 90,504. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,73 per dolar AS. Harga minyak sedikit berubah pada jam perdagangan di Asia. Harga minyak berjangka Brent naik menjadi USD 72,73 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat berada di kisaran USD 70,92 per barel.

Bursa saham Australia libur seiring ada peringatan Hari Ulang Tahun Ratu. Sedangkan bursa saham China dan Hong King libur untuk merayakan Festival Perahu Naga.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penutupan Wall Street pada 11 Juni 2021

(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi wall street. Dok Unsplash/lo lo)

Sebelumnya, Bursa  saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan saham Jumat, 11 Juni 2021. Indeks S&P 500 kembali cetak rekor baru. Pada pekan ini, wall street mencatat kenaikan.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,2 persen ke posisi tertinggi baru 4.247,44. Indeks Nasdaq bertambah 0,4 persen ke posisi 14.069,42. Indeks Nasdaq didorong kenaikan saham Apple, Microsoft, dan Netflix. Indeks Dow Jones menguat 13,36 poin ke posisi 34.479,60.

Selama sepekan, indeks S&P 500 catat kenaikan 0,4 persen. Sementara itu, indeks Nasdaq menguat 1,9 persen. Indeks Dow Jones melemah 0,8 persen selama sepekan.

Kenaikan wall street pada perdagangan Kamis seiring investor mengabaikan laporan yang menunjukkan inflasi meningkat pada laju tercepat sejak 2008. Indeks harga konsumen melonjak 5 persen pada Mei 2021 dari tahun sebelumnya.

"Sementara laporan CPI Mei datang di atas perkiraan, pasar tidak terlalu terkejut dan mencerna data sebagai sementara untuk saat ini. Pasar treasury atau surat berharga tampaknya setuju dengan prospek inflasi sementara,” ujar Technical Market Strategist Piper Sandler, Craig Johnson, dilansir dari CNBC, Sabtu (12/6/2021).

Salah kemungkinan yang memberikan dorongan pada saham adalah reaksi di pasar obligasi terhadap laporan inflasi yang panas.

Imbal hasil surat berharga atau treasury bertenor 10 tahun turun di bawah 1,43 persen, menandai level terendah dalam tiga bulan. Sebelumnya imbal hasil surat berharga diperdagangkan di atas 1,77 persen pada awal tahun.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Minat terhadap Saham Meme Meningkat

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Perusahaan teknologi cenderung berkinerja buruk di tengah tingkat suku bunga yang tinggi karena menurunkan valuasi saat ini.Indeks Nasdaq cenderung tertekan pada 2021 karena imbal hasil obligasi berubah lebih tinggi.

Sejumlah saham meme juga menguat pada perdagangan Kamis. Saham AMC melonjak lebih dari 15 persen dan GameStop naik hampir enam persen. Kedua saham itu tertekan dua digit pada Kamis karena momentum di Reddit memudar.

"Naik turunnya saham meme berdampak kecil pada arah pasar saham secara kseluruhan. Namun demikian, minat yang meningkat pada saham meme positif untuk ekuitas dalam jangka menengah. Ini karena fenomena saham meme yang menarik dana ke pasar saham, meningkatkan harga dan likuiditas dalam prosesnya," kata Chief Global Stategist BCA Research, Peter Berezin.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓