Minat Investasi Saham? Ini Sumber Keuntungannya

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 13 Jun 2021, 10:53 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 10:53 WIB
IHSG Awal Pekan Ditutup di Zona Hijau
Perbesar
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Investasi saham dinilai menjadi instrumen yang paling cuan dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sudah rahasia publik, jika imbal hasil investasi yang besar, diikuti dengan risiko besar. Sebaliknya, investasi dengan risiko minim akan memberikan imbal hasil yang lebih kecil.

Sebagian orang yang tertarik pada instrumen saham umumnya ingin mengetahui bagaimana saham itu bekerja, dan bagaimana instrumen itu bisa memberikan imbal hasil yang cukup besar.

Secara umum, konsep saham menjadikan investor sebagai pemilik dari suatu perusahaan. Sebagai pemilik, investor berhak mendapatkan keuntungan dari operasional perusahaan, berikut kerugiannya. Dilansir dari Lifepal, Minggu (13/6/2021), berikut keuntungan yang diperoleh dari investasi saham:

- Dividen

Dividen merupakan pembagian laba yang akan diberikan perusahaan kepada para pemegang saham. Dividen itu sendiri berasal dari keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan. Dividen terbagi dalam dua jenis, yaitu tunai dan saham.

Untuk dividen tunai yang dibagikan, berarti perusahaan akan memberikan uang tunai kepada pemegang saham per satu lembar saham yang mereka miliki.

Sementara dividen saham artinya perusahaan tersebut memberikan dividen berupa saham. Dengan demikian, jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah.

Namun, ada juga perusahaan yang tidak membagikan dividen kepada pemegang saham walaupun mereka memperoleh laba. Umumnya perusahaan tersebut ingin melakukan ekspansi atau mengembangkan usaha. Biasanya hal ini dilakukan oleh perusahaan yang dalam tahap pengembangan.

Capital Gain

IHSG Dibuka di Dua Arah
Perbesar
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

- Capital gain (kenaikan harga saham)

Keuntungan ini diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham dari hasil selisih harga beli dan harga jual saham. Jadi, harga jual harus lebih tinggi ketimbang harga beli. Capital gain umumnya terbentuk karena adanya aktivitas perdagangan di bursa efek.

Contohnya, jika Anda membeli saham A yang harga per lembarnya sebesar Rp 3.000. Kemudian Anda menjualnya di angka Rp 4.000 per lembar. Berarti Anda akan mendapatkan capital gain sebesar Rp 1.000 per lembarnya.

 

- Bisa dengan Modal kecil untuk Keuntungan Besar

Banyak orang gemar bermain saham karena mereka hanya perlu menggelontorkan modal yang cukup kecil ketimbang kebanyakan usaha lain. Hal ini merujuk pada persentase keuntungan yang akan didapatkan dari investasi saham yang umumnya cukup menjanjikan.

Cukup dengan Rp 100 ribu saja, kamu sudah bisa mendapatkan satu lembar saham yang keuntungannya bisa berlipat-lipat di kemudian hari. Bahkan, margin keuntungan yang bisa diraup mencapai 100 persen. Dengan catatan, investasi dengan imbal hasil besar ini biasanya dilakukan untuk jangka panjang.

 

- Pajak relatif kecil

Jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain, saham punya persentase pajak yang relatif kecil. Sebab cuma 0,1 persen dari keuntungan akhir yang dimiliki investor.

Selain itu, pajak saham bersifat final. Artinya, investor tidak perlu repot-repot membayar pajak saat pelaporan SPT setiap tahun karena sudah otomatis dipotong oleh pihak pialang saham (broker) ketika pelunasan transaksi saham.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓