Sektor Saham Teknologi Melonjak 627,64 Persen, Ini Imbauan Analis bagi Investor

Oleh Dian Tami Kosasih pada 12 Jun 2021, 20:12 WIB
Diperbarui 12 Jun 2021, 21:29 WIB
Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks sektor saham teknologi memimpin kenaikan di antara indeks sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data BEI, sektor saham IDX Sector Technology melambung 627,64 persen ke posisi 8.104,33 persen secara year to date pada perdagangan Jumat, 11 Juni 2021.

Melihat hal ini, Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menuturkan, prediksi teknologi di masa yang akan datang akan semakin berkembang. Hal ini menjadi pendorong investor untuk melakukan investasi di sektor ini.

"Memang ini pengelompokan sektor yang cenderung baru ya di Indonesia, jadi memang secara prospek teknologi ini ke depannya akan terus berkembang. Kalau masyarakat menyikapinya dengan positif tentu saja saham di sektor ini akan naik terus," ujar dia kepada Liputan6.com, Sabtu (12/6/2021).

Meski demikian, Wawan menegaskan, kenaikan sektor saham teknologi terjadi masih belum berpengaruh besar pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), meski prospeknya sangat menarik.

"Cara menilai saham teknologi juga berbeda, kalau saham lain kan dilihat fundamentalnya, kinerja dan profitnya. Kalau teknologi sebagian besar itu masih estimasi pendapatan di masa yang akan datang dan beberapa pendapatannya masih belum pasti juga," ujarnya.

Oleh karena itu, Wawan mengimbau para investor untuk selalu berhati-hati saat investasi. Perhatikan dengan baik dan jangan mudah terpancing iming-iming yang belum pasti.

"Jadi cara menilainya agak beda. Investor harus tetap bijak, memang sekarang kelihatannya naik terus menarik, tapi mesti pahami juga bahwa mereka naiknya itu atas ekspetasi bukan pendapatan," tuturnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saham DCII Melonjak Signifikan

IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja terlihat di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, menjalankan bisnis di sektor teknologi, saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menarik perhatian karena melonjak hingga 10.185 persen setelah penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) Januari 2021 lalu.

Melihat hal ini, Head of Investment Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana menyebut, investor harus sangat berhati-hati apabila ingin membeli saham DCII.

"Ini naiknya sudah tinggi sekali, investor harus hati-hati ya kalau mau masuk sekarang," katanya kepada Liputan6.com, ditulis Sabtu, 12 Juni 2021.

Meski demikian, Wawan tak memungkiri bila sektor yang perusahaan sebagai data center banyak menarik perhatian. Hal ini sejalan dengan perkembangan teknologi yang terjadi saat ini.

"DCI sendiri itu data center, memang kalau ke depan data center itu sesuatu yang sangat seksi. Dari Amazon, Alibaba itu besar sekali untuk kebutuhan data center dunia," tuturnya.

Meski demikian, dengan valuasi yang terjadi saat ini, Wawan menyebut harga yang ditawarkan sangat tinggi.

"Sebagai perusahaan profitnya segitu harga sahamnya segini itu sudah agak terlalu tinggi," ujarnya.

Tak hanya itu Wawan juga menyebut, kapitalisasi perusahaan saat ini sangatlah besar. Bahkan, mengalahkan beberapa bank ternama di Indonesia.

"Kalau memang investor mau masuk ya harus hati-hati dan siap-siap cut loss point, tidak nyangkut, karena naik 9.000 persen dan kapitalisasi sekarang 96 triliun itu gede sekali," tegasnya.  

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓