Penjelasan Garuda Indonesia kepada BEI Terkait Percepatan Pengembalian Pesawat

Oleh Dian Tami Kosasih pada 10 Jun 2021, 12:19 WIB
Diperbarui 10 Jun 2021, 16:31 WIB
Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus yang menampilkan visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo yang merupakan livery masker pesawat pertama yang ada di Indonesia.
Perbesar
Garuda Indonesia meluncurkan livery khusus yang menampilkan visual masker pada bagian depan (hidung) pesawat Airbus A330-900 Neo yang merupakan livery masker pesawat pertama yang ada di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait langkah perseroan mempercepat pengembalian pesawat yang belum jatuh tempo masa sewanya.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memulihkan kinerja usaha. "Percepatan pengembalian armada yang belum jatuh tempo masa sewanya, merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan produktivitas armada dengan mempercepat jangka waktu sewa pesawat," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/6/2021).

Langkah tersebut ditandai dengan pengembalian dua armada B737-800 NG kepada salah satu lessor pesawat. Meski demikian, percepatan pengembalian dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama antara Garuda Indonesia dan pihak lessor pesawat.

"Hal ini merupakan langkah penting yang perlu kami lakukan di tengah tekanan kinerja usaha imbas pandemi COVID-19 fokus utama kami adalah penyesuaian terhadap proyeksi kebutuhan pasar di era kenormalan baru," ujarnya.

Salah satu syarat pengembalian pesawat adalah dengan melakukan perubahan kode registrasi pesawat terkait. "Saat ini, kami juga terus menjalin komunikasi bersama lessor pesawat lainnya, tentunya dengan mengedepankan aspek legalitas dan compliance yang berlaku", ujar Irfan.

Garuda Indonesia kembali meluncurkan pesawat bermasker bermotif batik Tambal khas dari Yogyakarta
Perbesar
Garuda Indonesia kembali meluncurkan pesawat bermasker bermotif batik Tambal khas dari Yogyakarta (dok: Humas)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Operasikan 53 Pesawat

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan, penggunaan armada selama masa pandemi COVID-19 disesuaikan dengan kondisi market dan demand layanan penerbangan, terutama berkaitan dengan diberlakukannya beberapa kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat.

Hal ini melalui penyesuaian/pengurangan frekuensi penerbangan hingga optimalisasi penggunaan armada untuk rute padat penumpang.

Selain itu, penggunaan pesawat dalam penerbangan selama masa pandemi COVID-19 juga turut memperhatikan tingkat isian dari angkutan kargo.

"Adapun jumlah armada yang dioperasikan selama masa pandemi berkurang sehingga yang saat ini dioperasikan untuk mendukung operasional perusahaan ada pada kisaran 53 pesawat,” dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓