Kuasai 8,3 Miliar Ton Cadangan Batu Bara, Dirut Bukit Asam Sebut PTBA Bisa Beroperasi hingga 100 Tahun

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 07 Jun 2021, 17:20 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 17:20 WIB
Bukit Asam
Perbesar
Bukit Asam

Liputan6.com, Jakarta - Emiten BUMN pertambangan batu bara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diproyeksikan masih bisa beroperasi hingga 100 tahun mendatang. Hal itu merujuk pada ketersediaan cadangan batu bara yang dimiliki Perseroan mencapai 8,3 miliar ton.

"PTBA menguasai cadangan sekitar 8,3 miliar ton resources. Cadangan mineable kita sekitar 3,1 miliar ton, sisanya hari ini,” kata Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Suryo Eko Hadianto dalam diskusi virtual, Senin (7/6/2021).

Eko menambahkan, dari angka tersebut, PT Bukit Asam Tbk akan bisa beroperasi setidaknya hingga 100 tahun ke depan. 

"Jadi kalau tahun ini produksi kita 30 juta bisa dibayangkan 3 miliar ton dibagi 30 juta ton, masih 100 tahun lah kita masih bisa beroperasi seperti saat ini,” kata dia.

Sepanjang 2020, PTBA memproduksi 24,8 juta ton batu bara. Atau 99 persen dari target yang telah disesuaikan menjadi 25,1 juta ton.

Selain itu, kinerja angkutan batu bara juga menunjukkan performa yang terjaga. Kapasitas angkutan batu bara tercatat mencapai 23,8 juta ton naik 3 persen dari target tahun ini.

Dari sisi kinerja penjualan batu bara yang terealisasi sebesar 26,1 juta ton atau naik 5 persen dari target 2020. Hal ini terjadi karena masih terjaganya kinerja operasional perusahaan sepanjang 2020.

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk menargetkan kenaikan volume produksi menjadi 29,5 juta ton pada 2021. Kenaikan penjualan juga ditingkatkan dari 26,1 juta ton di 2020 menjadi 30,7 ton di 2021.

Tahun ini, Perseroan juga berencana untuk meningkatkan investasi dalam mengembangkan diversifikasi usaha dan hilirisasi batu bara. Total investasi yang direncanakan pada 2021 untuk sektor tersebut adalah sebesar Rp 3,8 triliun.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Laba Bersih Bukit Asam Turun 45 Persen pada Kuartal I 2021

(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)
Perbesar
(Foto: Ilustrasi laporan keuangan. Dok Unsplash/Carlos Muza)

Sebelumnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih kuartal pertama 2021 sebesar Rp 500,5 miliar atau Rp 45 per lembar saham. Angka ini turun sekitar 45 persen dibandingkan laba bersih kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp 903,25 miliar. 

Adapun raihan laba bersih didukung oleh pendapatan sebesar Rp 3,99 triliun pada kuartal I 2021. Pendapatan PT Bukit Asam Tbk turun 20,48 persen dari periode kuartal I 2020 sebesar Rp 5,12 triliun.

Di tengah pandemi COVID-19, PTBA terus berupaya melakukan langkah-langkah efisiensi. Hal ini tercermin pada biaya umum dan administrasi yang turun 19 persen atau terealisasi sebesar Rp 339,33 miliar dibandingkan dengan Kuartal I 2020.

Dari sisi jumlah total aset perseroan meningkat 2 persen hanya dalam 3 bulan. Dari Rp 24,1 triliun pada 2020 menjadi Rp 24,5 triliun pada akhir kuartal I 2021.

"Peningkatan aset ini selaras dengan penurunan liabilitas dari Rp 7,1 triliun pada akhir pada tahun 2020 menjadi Rp 6,9 triliun pada akhir kuartal I Tahun 2021,” ujar Sekretaris Perusahaan, Apollonius Andwie dalam keterangan resmi, Jumat, 30 April 2021.

Sementara itu, total ekuitas PT Bukit Asam Tbk tercatat meningkat dari Rp 16,9 triliun pada 2020 menjadi Rp 17,6 triliun pada kuartal I 2021.

Total produksi batu bara PTBA selama kuartal I-2021 mencapai 4,5 juta ton dengan penjualan sebanyak 5,9 juta ton. Perseroan menargetkan kenaikan volume produksi batu bara dari 24,8 juta ton pada tahun 2020 menjadi 29,5 juta ton pada tahun 2021. 

"Perseroan juga menargetkan kenaikan penjualan batu bara dari 26,1 juta ton pada 2020 menjadi 30,7 juta ton pada 2021,” pungkas Andwie.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓