Perusahaan Mie Instan Ini Gelar IPO Terbesar di Filipina

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 02 Jun 2021, 11:47 WIB
Diperbarui 02 Jun 2021, 11:47 WIB
Ilustrasi IPO 3 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi IPO 3 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Monde Nissin menggelar penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) di bursa Filipina pada Selasa, 1 Juni 2021.

IPO tersebut menjadi yang terbesar di Filipina. Pada saat yang bersamaan, Monde Nissin terdaftar sebagai perusahaan makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara.

Dilansir dari CNN, Rabu (2/6/2021), CEO Perusahaan, Henry Soesanto menuturkan, sebagian besar dana IPO akan digunakan untuk meningkatkan produksi barang-barang konsumen perusahaan, terutama Quorn- merek pengganti daging alternatif untuk vegan.  Monde Nissin membeli merek tersebut pada 2015 silam seharga £ 550 juta (sekitar USD 847 juta pada saat itu).

"Dengan ruang protein alternatif yang siap untuk pertumbuhan eksplosif selama 10 tahun ke depan, kami tidak ingin melewatkan kesempatan itu," kata Soesanto dalam sebuah wawancara dari Manila.

"Kami pikir (peningkatan) kapasitas sangat penting untuk dua hingga tiga tahun ke depan, setidaknya untuk tumbuh pada kecepatan yang sama dengan sektor ini,” imbuh dia.

Perusahaan juga ingin meningkatkan penjualan mi instan di Asia, yang digambarkan sebagai 'bisnis inti’. Meski telah lama menjadi pemimpin pasar di Filipina, riset menunjukkan konsumsi negara tersebut masih relatif lebih rendah dibandingkan negara tetangganya, kata Soesanto.

Dia mengatakan, rata-rata pelanggan di sana hanya makan sekitar 36 bungkus mie per tahun. Sedangkan di Vietnam dan Indonesia biasanya mengonsumsi sekitar 50 bungkus.

Hadir di Lebih dari 30 Negara

Rudal Korea Utara Bikin Bursa Saham Asia Ambruk
Perbesar
Seorang pria berdiri didepan indikator saham elektronik sebuah perusahaan sekuritas di Tokyo (29/8). Ketegangan politik yang terjadi karena Korut meluncurkan rudalnya mempengaruhi pasar saham Asia. (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Monde Nissin hadir di lebih dari 30 negara, dan menjadikan Filipina dan Thailand sebagai salah satu pasar utamanya. Pada tahun-tahun mendatang, Perusahaan berencana untuk meningkatkan ekspornya ke pasar yang ada di seluruh Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah dan Asia, dan menjelajah ke negara-negara baru, termasuk Jepang, Indonesia dan Vietnam, menurut prospektusnya.

Perusahaan berencana untuk mengatasinya adalah dengan menawarkan pilihan yang lebih sehat. Misalnya, baru-baru ini mengurangi jumlah minyak dalam mie hingga 70 persen, sambil mempertahankan rasanya.

Monde Nissin juga mempertimbangkan kemungkinan daftar ganda nanti. Perusahaan tidak mengesampingkan gagasan penawaran sekunder di Inggris, di mana ia memegang sekitar seperempat dari portofolionya.

"Saya tidak bisa mengatakannya sedini sekarang, tapi semuanya mungkin. Bisa jadi London, bisa jadi AS, tapi kita tidak tahu kapan,” pungkas dia.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓