Penjelasan Garuda Indonesia kepada BEI Terkait Rekaman Diskusi Internal yang Beredar

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 28 Mei 2021, 13:27 WIB
Diperbarui 28 Mei 2021, 13:28 WIB
Desain masker baru pesawat Garuda Indonesia pada armada B737-800 NG
Perbesar
Desain masker baru pesawat Garuda Indonesia pada armada B737-800 NG (dok: GIA)

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bakal restrukturisasi bisnis sepenuhnya. Salah satu dengan  mengurangi jumlah operasi pesawat yang dioperasikan sehingga dapat bertahan dari pandemi COVID-19.

Selain itu, PT Garuda Indonesia Tbk  juga dikabarkan menawarkan program pensiun dini sebagai salah satu upaya efisiensi.

Kabar tersebut mulanya berasal dari rekaman diskusi internal Perseroan yang dilakukan manajemen bersama karyawan. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Perseroan mengaku telah mengatur secara tegas mengenai larangan penyebarluasan informasi internal. Hal itu mengacu kepada aturan yang berlaku di Perseroan.

"Rekaman audio tersebut merupakan informasi yang diperuntukan bagi internal Perseroan dan tidak untuk disebarluaskan, dengan tujuan memberikan gambaran awal kepada karyawan dalam pengambilan keputusan terkait program pensiun dini,” jelas manajemen seperti dikutip, Jumat (28/5/2021).

Namun demikian, Perseroan juga menilai perkembangan teknologi informasi saat ini memungkinkan terjadinya penyebarluasan informasi internal di luar kontrol Perseroan.

"Lebih lanjut Perseroan tengah melakukan penelusuran atas peristiwa tersebarnya rekaman rapat internal dimaksud,” tulis manajemen.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra dalam diskusi virtual di salah satu stasiun televisi cukup menyesalkan beredarnya rekaman internal tersebut.

Sedikit bercerita, Ifran juga mengaku sempat memperingatkan kepada peserta diskusi internal agar mempertimbangkan dua hal sebelum berniat menyebarluaskan rekaman tersebut.

Pertama, yakni keuntungan apa yang akan didapat. Kedua, kerugian apa yang mungkin timbul dari penyebarluasan informasi tersebut.

“Saya sungguh menyesalkan bahwa diskusi internal ini bisa menyebar keluar. Tapi saya sebagai WNI yang menghargai keterbukaan informasi maupun kebebasan informasi saya tidak bisa dan tidak akan melakukan apapun terhadap penyebaran ini,” kata dia.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Gerak Saham GIAA

IHSG Menguat
Perbesar
Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Jumat, 28 Mei 2021, saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melemah 0,71 persen ke posisi Rp 278 per saham.

Saham GIAA dibuka naik dua poin ke posisi Rp 282 per saham. Saham GIAA berada di level tertinggi Rp 284 dan terendah Rp 278 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 960 kali dengan nilai transaksi Rp 2,6 miliar.

Saham GIAA melemah 30,35 persen ke posisi Rp 280 per saham sepanjang tahun berjalan 2021. Saham GIAA berada di level tertinggi Rp 440 dan terendah Rp 260 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 367.301 kali dengan nilai transaksi Rp 1,6 triliun.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓