Multipolar Resmi Investasi di Ruangguru, Ini Alasannya

Oleh Dian Tami Kosasih pada 25 Mei 2021, 19:45 WIB
Diperbarui 31 Mei 2021, 10:37 WIB
Ruangguru
Perbesar
Ilustrasi aplikasi Ruangguru (Dok. Ruangguru)

Liputan6.com, Jakarta - PT Multipolar Tbk (MLPL) telah menyuntikan dana ke salah satu platform belajar digital, yakni Ruangguru.

Namun, Direktur PT Multipolar Tbk Agus Arismunandar enggan menyebutkan secara detail, dana yang disuntik perusahaan untuk Ruangguru.

"Iya, betul kami memiliki investasi di Ruangguru, tapi belum bisa bicara soal nilai," katanya secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Selain Ruangguru, Agus juga menuturkan terdapat beberapa perusahaan di sektor digital yang juga menjadi target investasi, salah satunya Klinik Pintar.

"Investasi venture capital, OVO, Ruangguru, Klinik Pintar dan beberapa investasi lainnya. Sebagian besar masih dalam pengembang, jadi belum bisa berbicara terlalu banyak mengenai ini," ujar dia.

Multipolar juga akan investasi bagi perusahaan startup atau perusahaan rintisan dalam beberapa tahun ke depan. Hanya saja visi dan misi yang dijalankan perusahaan sejalan dengan pihaknya.

"Tapi yang lebih penting Multipolar sebagai perusahaan investasi beberapa tahun ini telah membangun dan melihat perusahaan startup, Ruangguru adalah salah satunya dan ini akan merupakan semacam cor kompetensi kita termasuk di tahun tahun berikutnya," tutur dia.

PT Multipolar Tbk dalam keterbukaan informasi pada 25 Mei 2021 menyatakan perseroan melalui PT Nusa Jaya Cipta, anak perusahaan perseroan telah investasi di Ruangguru senilai lebih Rp 21 miliar.

Persentase kepemilikan hingga 3,38 persen hingga kini. Perseroan menyatakan bukan merupakan pihak pengendali dari Ruangguru.

Selain itu, perseroan menegaskan tidak terdapat dampak atas kinerja operasional dan keuangan perseroan atas investasi di Ruangguru.

"Saat ini tidak terdapat pihak dari Perseroan yang menjabat sebagai pihak manajemen kunci di Ruangguru,” tulis perseroan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Multipolar Jual 11,9 Persen Saham MPPA

FOTO: PPKM Diperpanjang, IHSG Melemah Pada Sesi Pertama
Perbesar
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, PT Multipolar Tbk (MLPL) menyatakan telah menjual 11,9 persen saham atau setara 896.327.200 lembar saham kepemilikan di PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) kepada tiga investor.

Tiga investor yang genggam saham Matahari Putra Prima itu antara lain Panbridge Invesment Ltd sebesar 250.971.600 atau setara 3,33 persen saham, PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 358.530.900 atau setara 4,76 persen dan Threadmore Capital Ltd sebesar 286.824.700 saham atau 3,81 persen.

Hal itu disampaikan manajemen PT Multipolar Tbk dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 26 April 2021 seiring permintaan penjelasan terkait pelepasan saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Penjelasan tersebut juga menjawab mengenai pertanyaan soal pengalihan saham MPPA kepada Watiga Trust Ltd sebesar 7,14 persen.

"Perseroan tidak memiliki informasi mengenai Watiga, baik itu domisili, susunan manajemen dan pemegang saham serta kegiatan usahanya," demikian mengutip keterbukaan informasi BEI yang diteken, Direktur PT Multipolar Tbk Agus Arismunandar pada Senin, 26 April 2021.

Ia menambahkan, sesuai informasi tersebut, saham perseroan di MPPA sebesar 4,76 persen telah dijual dalam transaksi ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya