Gojek-Tokopedia Merger Jadi GoTo, Multipolar Kena Untung?

Oleh Dian Tami Kosasih pada 25 Mei 2021, 18:49 WIB
Diperbarui 25 Mei 2021, 18:50 WIB
Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.
Perbesar
Gojek dan Tokopedia bentuk GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek diketahui menjadi pemegang saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola Hypermarket melalui entitas usaha PT Pradipa Darpa Bangsa. Pradipa menggenggam 4,76 persen saham MPPA.

Tak heran mergernya Gojek dan Tokopedia sering kali dikaitkan dengan strategi yang akan dijalankan MPPA pada masa yang akan datang.

Menanggapi hal ini, Direktur PT Multipolar Tbk (MLPL) Agus Arismunandar mengaku, pihaknya memiliki beberapa rencana terkait kerja sama MPPA dengan GoTo pada masa yang akan datang.

"Iya kita semua tahu, berita yang terakhir terkait masuknya beberapa investor baru di MPPA, untuk saat ini belum ada rencana konkrit yang sudah diputuskan, semuanya masih dalam tahap perencanaan, nanti kalau sudah ada rencana yang konkrit, kita akan informasikan kembali pada pasar," ujar dia secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Meski demikian, Agus enggan mengungkapkan secara detil apa dan bagaimana prospek serta strategi yang akan dijalan kan pihak MPPA dengan GoTo.

"Yang kemungkinan akan ada, antara MPPA dengan pihak GoTo (kerjasama). Namun sekali lagi semuanya masih dalam tahap perencanaan, jadi belum bisa bicara hal yang detail untuk hal ini," tutur dia.

PT Multipolar Tbk melepas 11,9 persen saham MPPA kepada tiga investor pada 6 April 2021. Tiga investor itu antara lain Panbridge Invesment Ltd sebesar 3,33 persen, PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76 persen dan Threadmore Capital Ltd sebesar 3,81 persen.

Melalui keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Multipolar Tbk menjelaskan, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Dompet Karya Anak Bangsa masing-masing memiliki 99,99 persen dan 0,004 persen saham PT Pradipa Darpa Bangsa. PT Pradipa Darpa Bangsa berdomisili di Jakarta Selatan dan bergerak di jasa aktivitas professional, ilmiah dan teknis.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Multipolar Jual 11,9 Persen Saham Matahari Putra Prima kepada Tiga Investor

20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Pengunjung melintasi layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Multipolar Tbk (MLPL) menyatakan telah menjual 11,9 persen saham atau setara 896.327.200 lembar saham kepemilikan di PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) kepada tiga investor.

Tiga investor yang genggam saham Matahari Putra Prima itu antara lain Panbridge Invesment Ltd sebesar 250.971.600 atau setara 3,33 persen saham, PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 358.530.900 atau setara 4,76 persen dan Threadmore Capital Ltd sebesar 286.824.700 saham atau 3,81 persen.

Hal itu disampaikan manajemen PT Multipolar Tbk dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 26 April 2021 seiring permintaan penjelasan terkait pelepasan saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

Penjelasan tersebut juga menjawab mengenai pertanyaan soal pengalihan saham MPPA kepada Watiga Trust Ltd sebesar 7,14 persen.

"Perseroan tidak memiliki informasi mengenai Watiga, baik itu domisili, susunan manajemen dan pemegang saham serta kegiatan usahanya," demikian mengutip keterbukaan informasi BEI yang diteken, Direktur PT Multipolar Tbk Agus Arismunandar pada Senin, 26 April 2021.

Ia menambahkan, sesuai informasi tersebut, saham perseroan di MPPA sebesar 4,76 persen telah dijual dalam transaksi ini.

PT Multipolar Tbk mengumumkan menjual 11,9 persen saham kepemilikan di MPPA pada 6 April 2021. PT Multipolar Tbk menjual 896.327.200 saham dengan harga Rp 404 per saham pada 6 April 2021.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Agus menuturkan, pelepasan saham MPPA ini dilatarbelakangi oleh niat perseroan sebagai pemegang saham terbesar di MPPA untuk memperkuat struktur keuangan MPPA.

"Transaksi ini bertujuan untuk mendapatkan dana investor untuk kemudian akan diinvestasikan kembali ke dalam MPPA,” ujar dia.

Berdasarkan data RTI per 31 Maret 2021 pemegang saham MPPA antara lain PT Multipolar Tbk sebesar 50 persen, Citibank Singapore A/C Anderson Invesments Pte Ltd sebesar 19 persen, Connery Asia Limited sebesar 14 persen, masyarakat 17 persen.

Selain itu, beredar kabar Gojek Indonesia atau PT Aplikasi Karya Anak Bangsa membeli saham MPPA.  Saat dikonfirmasi mengenai hal itu kepada Sekretaris Perusahaan PT Matahari Putra Prima Tbk Danny Kojongian, pihaknya belum dapat memberikan tanggapan mengenai kabar tersebut.

“Maaf belum bisa memberikan tanggapan kecuali apa yang sudah disampaikan ke IDX selama ini,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya