Astra Buka Suara Terkait Investasi Startup Selain Gojek hingga Halodoc

Oleh Dian Tami Kosasih pada 25 Mei 2021, 13:52 WIB
Diperbarui 26 Mei 2021, 20:45 WIB
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)
Perbesar
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) diketahui gemar investasi di perusahaan rintisan atau startup. Hal ini tak terlepas dari inisiatif perseroan untuk mempercepat transformasi digital.

Diketahui terdapat tiga perusahaan startup yang menjadi pilihan Astra, yakni Gojek, Halodoc dan Sayurbox, lalu adakah niat Astra International untuk menambah investasi di sektor ekonomi digital?

Menanggapi hal ini, Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti menegaskan bila pihaknya tak bisa berkomentar banyak terkait hal ini. Namun, Ia mengaku sektor ekonomi digital menjadi salah satu sektor yang dipikirkan perusahaan.

"Untuk (investasi) digital tahun ini kami telah umumkan investasi di Sayurbox dan Halodoc. Apakah akan ada lagi? (Tentunya)Saya (tidak) bisa memberikan jawaban (pasti) saat ini," katanya secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Tira juga menyebut, perusahaan selalu melihat peluang bisnis secara menyeluruh, termasuk mengikuti perkembangan di sektor digital seperti saat ini.

"Yang jelas dari Astra sendiri selalu melihat perkembangan digital. Selain memodernsasi bisnis, kami juga melihat peluang bisnis secara organik di sektor digital. Pastinya Astra juga melihat potensi-potensi untuk berpartisipasi di digital ekonomi salah satunya dengan melakukan investasi," ujarnya.

Dalam penjelasannya, Tira juga menyebut alasan pihaknya memilih investasi di Halodoc dan Sayurbox. "Kami suka dengan bisnis modelnya, visi-misi sejalan dengan Astra. Ada value juga yang diberikan untuk Indonesia. Soal waktu nanti kita akan lihat apakah Astra akan menambah lagi, ini adalah sesuatu yang akan kami pelajari," tuturnya.

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Investasi di Sayurbox dan Halodoc, Grup Astra Kucurkan USD 40 Juta

Layanan Vaksinasi Covid-19 Drive Thru
Perbesar
Antrean di pos pelayanan vaksinasi Covid-19 Drive Thru Halodoc Kedua di West One City, Cengkareng, Jakarta, Rabu (10/3/2021). Pos Layanan Vaksinasi Drive Thru kedua tersebut dapat mengakomodir 250 vaksinasi per hari dengan target perluasan hingga 1.000 per hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Grup Astra investasi di dua perusahaan rintisan dengan total USD 40 juta. Hal ini sebagai bagian dari inisiatif perseroan untuk mempercepat transformasi digital.

Grup Astra investasi sekitar USD 5 juta atau sekitar Rp 72,66 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 14.532) di Sayurbox. Sayurbox merupakan e-commerce grocery farm-to-table platform and distributor of fresh goods.

Selain itu, grup Astra juga investasi USD 35 juta atau sekitar Rp 508,71 miliar di Halodoc. Halodoc merupakan platform kesehatan berbasis online. Adapun investasi tersebut dilakukan masing-masing pada Maret dan April 2021.

"Grup merupakan investor utama pada funding rounds baru dari kedua start-up asal Indonesia ini," ujar Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 21 April 2021.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya