Seluruh Gerai Giant Tutup Juli 2021, Begini Kinerja Hero Supermarket

Oleh Agustina Melani pada 25 Mei 2021, 12:05 WIB
Diperbarui 25 Mei 2021, 12:44 WIB
Giant Tutup Gerai
Perbesar
Rak-rak kosong di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Kamis (4/3/2021). Persaingan bisnis ritel makanan dan pandemi yang berkepanjangan membuat store Giant tutup satu per satu. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengumumkan fokus untuk mengembangkan bisnis ke merek dagang IKEA, Guardian dan Hero Supermarket. Langkah ini diambil perseroan seiring potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

"Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia; sebuah tren yang juga terlihat di pasar global," ujar Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Patrick Lindvall dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (25/5/2021).

Patrick menuturkan, pihaknya tetap meyakini sektor peralatan rumah tangga, kesehatan dan kecantikan, serta keperluan sehari-hari untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi.

Oleh karena itu, perseroan menargetkan akan menggandakan empat kali lipat jumlah gerai IKEA dalam waktu dua tahun dibandingkan 2020. "Serta membuka hingga 100 gerai Guardian baru hingga akhir tahun 2022,” kata dia.

Sebagai bagian dari fokus baru ini, PT Hero Supermarket Tbk  akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan.

Gerai Giant lainnya akan dengan berat hati ditutup pada akhir Juli 2021, walaupun negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung. Selain itu, PT Hero Supermarket Tbk. juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.

"Kami sangat berterima kasih kepada karyawan kami, pelanggan kami,serta mitra bisnis kami yang telah mendukung bisnis Giant selama ini. Kami akan memastikan bahwa proses komunikasi dengan seluruh karyawan kami yang terdampak oleh perubahan ini akan berlangsung dengan penuh empati dan rasa hormat," ujar Patrick.

Ia menuturkan, pihaknya juga akan memastikan proses yang adil bagi seluruh mitra bisnis. Perseroan menyatakan, keputusan tersebut tidak mudah tetapi perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang.

"Keputusan besar seperti ini tidaklah mudah, tetapi kami percaya keputusan ini perlu diambil untuk kepentingan jangka panjang PT Hero Supermarket Tbk. dan para karyawan kami yang berada di bawah naungan perusahaan," kata dia.

Lalu bagaimana kinerja PT Hero Supermarket Tbk (HERO) dengan ada sentimen tersebut?

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Melihat Kinerja PT Hero Supermarket Tbk pada Kuartal I 2021

Giant Tutup Gerai
Perbesar
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Kamis (4/3/2021). Poster-poster discount closing store dan rak-rak kosong menjadi pemandangan setiap konsumen yang datang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mencetak pendapatan dan rugi turun pada kuartal I 2021. Perseroan menyatakan kinerja kuartal I 2021 seiring penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dan perubahan pola belanja pelanggan.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Hero Supermarket Tbk meraup pendapatan Rp 1,76 triliun pada kuartal I 2021.

Pencapatan pendapatan bersih ini merosot 32,2 persen dari kuartal I 2020 sebesar Rp 2,6 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat Rp 1,26 triliun pada kuartal I 2021. Realisasi beban pokok pendapatan ini turun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,89 triliun.

Sementara itu, laba kotor turun 29,67 persen dari Rp 702,59 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 494,08 miliar pada kuartal I 2021.

Beban usaha perseroan turun dari Rp 774,48 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp 514,89 miliar pada kuartal I 2021. Di sisi lain, biaya keuangan naik menjadi Rp 30,10 miliar pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 21,22 miliar. Penghasilan keuangan turun dari Rp 515 juta pada kuartal I 2020 menjadi Rp 295 juta pada kuartal I 2021.

Sementara itu, rugi tahun berjalan pada kuartal I 2021 sebesar Rp 2 miliar. Rugi periode berjalan ini menurun dibandingkan kuartal I 2020 sebesar Rp 43,55 miliar. Perseroan alami rugi per saham menjadi 0,4 pada kuartal I 2021 dari periode sama tahun sebelumnya 10.

Total liabilitas tercatat naik menjadi Rp 3,27 triliun pada 31 Maret 2021 dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp 2,93 triliun. Total ekuitas mencapai Rp 1,85 triliun pada 31 Maret 2021.

Aset PT Hero Supermarket Tbk naik menjadi Rp 5,12 triliun pada 31 Maret 2021 dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp 4,83 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas tercatat Rp 239,54 miliar pada kuartal I 2021 dari 31 Desember 2020 sebesar Rp 76,31 miliar.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Perseroan menyatakan jangka waktu dan tingkat dampak pandemi COVID-19 terhadap PT Hero masih belum pasti. Namun, perseroan memperkirakan pandemi akan terus mempengaruhi operasional pada 2021 yang tetap penuh tantangan.

Perseroan tetap berkomitmen terhadap masa depan bisnis ritelnya di Indonesia dan dalam posisinya sebagai pengecer yang kompetitif dan solid di bidangnya dalam jangka panjang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓