BRI Kantongi Laba Rp 6,86 Triliun pada Kuartal I 2021

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 25 Mei 2021, 11:35 WIB
Diperbarui 25 Mei 2021, 11:35 WIB
Bank Indonesia Nobatkan BRI  Sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik
Perbesar
Ilustrasi pelayanan Bank Rakyat Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau disebut BRI mencatatkan laba Rp 6,86 triliun hingga kuartal I-2021. Perolehan laba tersebut menurun 16 persen dari periode sama 2020 sebesar Rp 8,17 triliun.

"Sampai dengan kuartal I-2021, kredit mikro BRI tumbuh 12,4 persen. Oleh karena itu BRI mencetak laba Rp 6,8 triliun,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi Laporan Kinerja Keuangan BRI Triwulan 1 Tahun 2021, Selasa (25/4/2021).

Hingga akhir Maret 2021, BRI berhasil menyalurkan kredit Rp 914,19 triliun. Kemudian jumlah kredit tersebut terutama ditopang oleh penyaluran kredit kepada segmen mikro sebesar Rp 360 triliun, atau tumbuh 12,43  persen secara year on year.

Demikian juga kredit konsumer yang mampu tumbuh 1,62  persen atau senilai Rp 145,06 triliun. Kemudian segmen kredit kecil dan menengah mencapai Rp 231,71 triliun. Sementara kredit korporasi Rp 177,39 triliun. 

“Secara umum portofolio kredit UMKM BRI menempati porsi 80,6  persen dari total portofolio kredit BRI. Angka ini menunjukkan perbaikan yang signifikan karena kalau dibandingkan pada periode yang sama tahun yang lalu porsi UMKM BRI baru 78,31  persen,” kata dia.

Sunarso mengatakan, perseroan akan berusaha menaikkan porsi kredit UMKM BRI agar mencapai 85 persen dari total portofolio kredit BRI.

Di tengah kondisi yang menantang saat ini, Perseroan mampu menjaga kualitas kredit yang disalurkan dengan baik. Tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang dijaga pada level 3,16  persen dengan NPL coverage sebesar 250,60 persen.

"Nominalnya kita sekarang mencatatkan Rp 73 triliun apabila terjadi pemburukan kualitas kredit. Jadi pencadangan ini ditetapkan dan dialokasikan dengan komposisi terbaik. Di mana sampai akhir tahun nanti kami proyeksikan tidak akan setinggi tahun 2020 karena kondisi perekonomian yang kita prediksi akan semakin membaik," ujar Sunarso.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

DPK Tumbuh pada Kuartal I-2021

BRI
Perbesar
BRI.

Pada periode yang sama, BRI mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.049,32 triliun, tumbuh 1,97  persen yoy. Terdiri atas tabungan tumbuh 11,5  persen. Maka total tabungan BRI mencapai Rp 443,87 triliun. Sementara Giro Rp 174,33 triliun dan deposito Rp 431,12 triliun.

"Peningkatan ini juga memperbaiki kinerja pendanaan kita termasuk dana murah dimana dana murah kita sebelumnya 55,9  persen, di akhir MAret menjadi 58,91  persen, itu adalah porsi CASA," ujar dia.

Adapun, aset BRI tercatat tumbuh positif 3,83 persen year on year. Total aset BRI mencapai 1. 411,05 triliun, naik dibandingkan pada kuartal I tahun lalu itu Aset BRI 1.358,98 triliun. Keberlanjutan kinerja BRI juga berlanjut pada rasio LDR dan CAR yang masing-masing tercatat 87,12 persen dan 19,74 persen.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓