Seluruh Gerai Giant Tutup Akhir Juli 2021, Bagaimana Laju Saham HERO?

Oleh Agustina Melani pada 25 Mei 2021, 11:09 WIB
Diperbarui 25 Mei 2021, 12:44 WIB
Giant Tutup Gerai
Perbesar
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Kamis (4/3/2021). Persaingan bisnis ritel makanan dan pandemi yang berkepanjangan membuat store Giant tutup satu per satu. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan ritel multiformat PT Hero Supermarket Tbk (HERO)mengumumkan akan fokus mengembangkan investasi di IKEA, Guardian dan Hero Supermarket. Dengan ada sentimen itu, bagaimana laju saham PT Hero Supermarket Tbk (HERO)?

Mengutip data RTI, Selasa (25/5/2021) pukul 10.58 WIB, saham PT Hero Supermarket Tbk (HERO) stagnan di kisaran Rp 985 per saham. Saham HERO dibuka stagnan Rp 985.

Saham HERO sempat berada di zona merah hingga sentuh posisi terendah Rp 920. Sedangkan posisi tertinggi di Rp 990 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 39 kali dengan nilai transaksi Rp 151,1 juta.

Sementara itu, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,27 persen ke posisi 5.837. Indeks saham LQ45 menguat 1,26 persen ke posisi 869,75. Seluruh indeks saham acuan kompak menghijau. Sebanyak 280 menguat sehingga mengangkat IHSG. 174 saham melemah dan 168 saham diam di tempat.

Sebelumnya, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) akan fokus mengembangkan investasi di IKEA, Guardian dan Hero Supermarket. Salah satu pengembangan bisnis tersebut langkah perseroan dengan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA.

“Menyusul tinjauan strategis atas seluruh lini bisnisnya, Perseroan akan memfokuskan investasi untuk mengembangkan IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant,” demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) diteken Direktur PT Hero Supermarket Tbk, Hadrianus Wahyu Trikusumo, Selasa, 25 Mei 2021.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Gerai Giant Lainnya Ditutup Juli 2021

Giant Tutup Gerai
Perbesar
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Kamis (4/3/2021). Poster-poster discount closing store dan rak-rak kosong menjadi pemandangan setiap konsumen yang datang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Hadrianus menuturkan, Perseroan akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA sebagai bagian dari fokus perseroan. Perseroan juga mempertimbangkan mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket. “Gerai Giant lainnya di Indonesia akan ditutup pada akhir Juli 2021,” ujar dia.

Ia mengatakan, perubahan strategi ini merupakan respons cepat dan tepat perseroan yang diperlukan untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika pasar. Perseroan menilai, beralihnya konsumen Indonesia dari format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir, sebuah tren yang juga terlihat di pasar global lainnya.

“Rencana ini diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya